Hey Haaaaaaaai :)
Udah lama banget nggak posting sebuah cerita. Mungkin karena terlalu menikmati cerita ini.
Jadi ceritanya.....
Udah satu semester ini, Leny menjalani aktivitas sebagai seorang mahasiswa baru. Ciieeeeeeeeeeee.....
Mau cerita dikit,
Aku kira kuliah sebagai seorang mahasiswa arsitektur itu.....
Nggambar, buat maket, bikin presentasi, bawa tabung gambar, kuliah siang, ngerjain tugas semalem suntuk....
Tapi ternyataaaaaa...... emang iya...
Semester ini, mungkin aku ngerasa kuliah di premier semester sangat santai... Kuliahnya yang santai, tapi untuk mengerjakan tugas, it's a big problem to solved directly.
Banyak pengalaman baru yang bisa aku dapet sebagai seorang mahasiswa. Yang paling wajib, ngerasain yang namanya ngekos, mudik, jadi orang kere, nggak bisa nonton tipi. Ah... tapi ini pelajarannya, bisa hidup dengan lebih mandiri, sering bikin planning buat ngatur waktu sama uang. Emang sih awalnya homesick, tapi lama kelamaan juga bakal betah, karena ada temen-temen baru yang bisa nemenin dan mengisi kebosenan kita juga kan.
Ngomongin temen-temen. Pasti lagi dalam tahap peralihan. Masih inget-inget yang lama, masih akrab-akraban sama temen lama, berusaha buat nggak ngelupain temen-temen SMA, tetep keep in touch sama sahabat lama. Disisi lain, yaaaaaaa... mulai deket dan saling sharing satu sama lain, kemana-mana bareng, support satu sama lain, nggosip....
Giliran kuliah, kampus itu berasa kayak tempat hang out dimana pas istirahat dari hang out itu, kita masuk ke pengajaran. Nah begitu pulang, langsung deh ngerjain tugas. Beneran deh, kalo kamu nggak suka atau mungkin buka pekerja keras, mungkin kalian males buat ngerjain. Kenapa? Disemester pertama ini, cuma pengenalan dimana seorang arsitek harus ngerti disaat dia menggambar nggak cuman estetika yang dilihat, tapi juga teknik.
Nggak pernah ada hafalan, dan nggak pernah belajar untuk mengingat. Sama sekali, teori hanya terjadi pada mata kuliah umum. Untuk mata kuliah jurusan, cuma nggambar, bikin maket, bikin presentasi, presentasi. Dapet A, Alhamdulillah, dapet B, Syukur, dapet C, ya revisi.
Semester pertama, jadi Maket pertama Leny dan jadi Maket Paling Baru. Disaat sekolah kemarin, saat sedang menggambar masa depan, dan akhirnya nggak sia-sia, maket pertama udah jadi.
Konstruksi pertama kapan ya?
:)
Senin, 13 Januari 2014
Rabu, 20 November 2013
Titan untuk Saturnus #5: Inilah Jarak Terjauh
Hai Saturnus,
Kau tahu?
Titan yang kau miliki ini lebih kecil dibandingkan besarnya volum yang kau miliki.
Kadang, disaat titan berada di titik terjauh, mungkin kau sama sekali tak melihatnya.
Tapi, tapi Titan selalu melihatmu, karena kau besar.
Siapapun yang mengelilingimu, akan selalu melihatmu, walaupun kau sudah tak melihatnya.
Bahkan mungkin,
Kau sudah lupa, bahwa Titan masih mengelilingimu.
Hai Saturnus,
Titan menginginkan kau selalu melihatnya.
Tapi yang Titan khawatirkan memang nyata. Di saat Titan sedang berevolusi mengelilingimu, dan sedang berada di titik terjauh, kau sudah tak melihatnya. Yang Titan takutkan, kau telah melupakannya. Semoga saja tidak :)
Disisi lain, Titan telah berada di titik terjauh dan kadang merasa tak mau kembali untuk berada di jarak terdekat. Biarlah Saturnus selalu dekat dengan satelit yang mempunyai orbit terpendek untuk selalu mengelilingi Saturnus.
Entah sampai kapan, Titan tak begerak.
Namun, planet lain semakin dekat dengan Titan, disaat Titan harus berada di titik terjauhmu, Saturnus. Tapi, gravitasi yang ditimbulkan planet yang belum diketahui ini, belum lebih kuat daripada gravitasimu.
Titan bimbang saat itu. Garis orbit ini, telah memberikan cerita tentang bagaimana Titan mengelilingimu, Saturnus. Planet itu belum lebih kuat daripadamu.
Titan
Kau tahu?
Titan yang kau miliki ini lebih kecil dibandingkan besarnya volum yang kau miliki.
Kadang, disaat titan berada di titik terjauh, mungkin kau sama sekali tak melihatnya.
Tapi, tapi Titan selalu melihatmu, karena kau besar.
Siapapun yang mengelilingimu, akan selalu melihatmu, walaupun kau sudah tak melihatnya.
Bahkan mungkin,
Kau sudah lupa, bahwa Titan masih mengelilingimu.
Hai Saturnus,
Titan menginginkan kau selalu melihatnya.
Tapi yang Titan khawatirkan memang nyata. Di saat Titan sedang berevolusi mengelilingimu, dan sedang berada di titik terjauh, kau sudah tak melihatnya. Yang Titan takutkan, kau telah melupakannya. Semoga saja tidak :)
Disisi lain, Titan telah berada di titik terjauh dan kadang merasa tak mau kembali untuk berada di jarak terdekat. Biarlah Saturnus selalu dekat dengan satelit yang mempunyai orbit terpendek untuk selalu mengelilingi Saturnus.
Entah sampai kapan, Titan tak begerak.
Namun, planet lain semakin dekat dengan Titan, disaat Titan harus berada di titik terjauhmu, Saturnus. Tapi, gravitasi yang ditimbulkan planet yang belum diketahui ini, belum lebih kuat daripada gravitasimu.
Titan bimbang saat itu. Garis orbit ini, telah memberikan cerita tentang bagaimana Titan mengelilingimu, Saturnus. Planet itu belum lebih kuat daripadamu.
Titan
Kamis, 30 Mei 2013
Apa ini benar?
Waktu itu (setelah Ujian Nasional 2013 selesai), terus terang aku ngerasa kalo selama ngerjain Ujian Nasional itu "Something Fail of Me" banget. Padahal itu satu-satunya harapan buat aku, biar bisa tembus SNMPTN. Yaaaaaah, SNMPTN buat aku, cuman kenangan deh pokoknya waktu itu.
Sedikit seneng waktu itu, karna dari pihak Panitia SNMPTN itu sendiri mengumumkan kalo mereka hanya membutuhkan predikat LULUS. Kenapaa? Karena Pelaksanaan Ujian Nasional SMA pada saat itu sangat aburadul.
Nyatanya sih, yang paling aku rasain selama ngerjain Ujian Nasional, tulisannya berbayang, begitu juga lembar jawab. Ada coretan fotokopian, mungkin rambut kefotokopi kali ya? terus ketas DEMI TUHAN deh, itu kertas paling jelek yang pernah aku pake selama Ujian Nasional dari SD.
Tapi walaupun keputusan Panitia SNMPTN itu berubah, tetep aja aku pesimis kalo aku bisa tembus SNMPTN.
Sedikit seneng waktu itu, karna dari pihak Panitia SNMPTN itu sendiri mengumumkan kalo mereka hanya membutuhkan predikat LULUS. Kenapaa? Karena Pelaksanaan Ujian Nasional SMA pada saat itu sangat aburadul.
Nyatanya sih, yang paling aku rasain selama ngerjain Ujian Nasional, tulisannya berbayang, begitu juga lembar jawab. Ada coretan fotokopian, mungkin rambut kefotokopi kali ya? terus ketas DEMI TUHAN deh, itu kertas paling jelek yang pernah aku pake selama Ujian Nasional dari SD.
Tapi walaupun keputusan Panitia SNMPTN itu berubah, tetep aja aku pesimis kalo aku bisa tembus SNMPTN.
Senin, 25 Maret 2013
Titan untuk Saturnus #4: Pada Akhirnya
Ini aneh, ini mengagetkan.
Saturnus, aku tak pernah menyangka ketika aku mulai mencoba menjauh 'to make a distance'..... Bongkahan es yang tak beratuturan bentuknya ternyata mempunyai sisi yang runcing. dan secara tiba-tiba benda itu menghujam Titan.
Saat ini,
posisi Saturnus dan Titan memang belum berada di titik terjauh, tapi wajah Saturnus dan Titan sudah tidak berhadapan lagi, tidak saling tegur sapa dan bahkan tak tersenyum satu sama lain. Entah Saturnus atau mungkin Titan sendiri yang melakukannya.
Yang aku tahu, Saturnus maupun Titan sedang tidak ingin untuk berotasi maupun berevolusi. Mereka terdiam, bahkan mungkin Saturnus telah terisolasi oleh cincinnya sendiri. Titan bahkan tidak mengetahui keadaan planet yang ia kelilingi itu.
Sekarang, bongkahan es itu telah menggantikan Titan. Berevolusi mengelilingimu. Ada kalanya harus berada di posisi terdekat denganmu, dan ada kalanya harus berada di posisi terjauh. Karena orbit selalu berbentuk elips, semoga.... bongkahan es itu mengerti tentang keadaan ini.
Semoga kau bahagia Saturnus,
Mempunyai satelit baru pengganti Titan. Ya, untung saja satelit itu adalah masa lalumu. Jadi kau bisa lebih mengerti tentang keadaan satelit baru itu.
Terima kasih untuk semuanya, Saturnus, aku akan pegi ke orbit lain dan mungkin tak mengelilingimu lagi. Aku ingin bersama teman-temanku. Dengan suasana baru, entah berpindah ke tempat yang lebih dingin, atau lebih panas.. Menyapa Merkurius yang menyala, bertemu Venus yang cantik, melihat kompaknya koloni asteroid, melihat dua planet kembar Uranus dan Neptunus, betemu dengan raksasa Jupiter, melihat kehidupan ramai di Bumi daaaaaaan Mars yang begitu menakjubkan. Alam semesta terasa damai.
Matahari telah mengetahui semuanya, masa lalu dan masa depan.
Saturnus, aku tak pernah menyangka ketika aku mulai mencoba menjauh 'to make a distance'..... Bongkahan es yang tak beratuturan bentuknya ternyata mempunyai sisi yang runcing. dan secara tiba-tiba benda itu menghujam Titan.
Saat ini,
posisi Saturnus dan Titan memang belum berada di titik terjauh, tapi wajah Saturnus dan Titan sudah tidak berhadapan lagi, tidak saling tegur sapa dan bahkan tak tersenyum satu sama lain. Entah Saturnus atau mungkin Titan sendiri yang melakukannya.
Yang aku tahu, Saturnus maupun Titan sedang tidak ingin untuk berotasi maupun berevolusi. Mereka terdiam, bahkan mungkin Saturnus telah terisolasi oleh cincinnya sendiri. Titan bahkan tidak mengetahui keadaan planet yang ia kelilingi itu.
Sekarang, bongkahan es itu telah menggantikan Titan. Berevolusi mengelilingimu. Ada kalanya harus berada di posisi terdekat denganmu, dan ada kalanya harus berada di posisi terjauh. Karena orbit selalu berbentuk elips, semoga.... bongkahan es itu mengerti tentang keadaan ini.
Semoga kau bahagia Saturnus,
Mempunyai satelit baru pengganti Titan. Ya, untung saja satelit itu adalah masa lalumu. Jadi kau bisa lebih mengerti tentang keadaan satelit baru itu.
Terima kasih untuk semuanya, Saturnus, aku akan pegi ke orbit lain dan mungkin tak mengelilingimu lagi. Aku ingin bersama teman-temanku. Dengan suasana baru, entah berpindah ke tempat yang lebih dingin, atau lebih panas.. Menyapa Merkurius yang menyala, bertemu Venus yang cantik, melihat kompaknya koloni asteroid, melihat dua planet kembar Uranus dan Neptunus, betemu dengan raksasa Jupiter, melihat kehidupan ramai di Bumi daaaaaaan Mars yang begitu menakjubkan. Alam semesta terasa damai.
Matahari telah mengetahui semuanya, masa lalu dan masa depan.
Minggu, 17 Maret 2013
Titan untuk Saturnus #3: Terima Kasih
Dear Saturnus,
Ya.
Sampai saat ini, aku belum merasakan. Merasakan titik terjauh antara kita. Kau tahu? Kadang aku berfikir bahwa...... ketika kita pernah merasakan titik terdekat, maka...... titik terjauh itu tak akan membuatku meloncat ke orbit satelit lain. Tapi mungkin saja setelah ini......., saat kita memang harus berpisah. Kau memang masih mempunyai Titan. Tapi bukanlah posisiku lagi. Titan sudah ditempatkan orang lain.
Apakah saat ini, aku masih menjadi Titanmu, Saturnus? Entahlah. Kau terlalu misterius.
Saat telah mendapatkan posisi itu, kedepannya kita juga sudah harus siap untuk melepasnya. Bukan saat ini, tapi suatu saat nanti.
Terima Kasih Saturnus :)
Sincerely,
Titan
Ya.
Sampai saat ini, aku belum merasakan. Merasakan titik terjauh antara kita. Kau tahu? Kadang aku berfikir bahwa...... ketika kita pernah merasakan titik terdekat, maka...... titik terjauh itu tak akan membuatku meloncat ke orbit satelit lain. Tapi mungkin saja setelah ini......., saat kita memang harus berpisah. Kau memang masih mempunyai Titan. Tapi bukanlah posisiku lagi. Titan sudah ditempatkan orang lain.
Apakah saat ini, aku masih menjadi Titanmu, Saturnus? Entahlah. Kau terlalu misterius.
Saat telah mendapatkan posisi itu, kedepannya kita juga sudah harus siap untuk melepasnya. Bukan saat ini, tapi suatu saat nanti.
Terima Kasih Saturnus :)
Sincerely,
Titan
Langganan:
Komentar (Atom)