Minggu, 15 April 2012

Mencoba berpikir Kritis: Global Warming


DOMINO KEHIDUPAN
                Merekalah para domino yang memperbaiki Bumi agar tetap terjaga. Para Domino adalah kita semua yang saling bersatu untuk menjaganya.

            Sebuah domino yang berdiri sendiri dan diam, tidak akan mempengaruhi suatu domino yang lain. Tetapi ketika sebuah domino itu dijatuhkan, maka domino yang lain yang ada didekatnya akan jatuh juga. Kadang bervariasi, hanya satu domino yang disentuh tapi bisa menyalur bercabang hingga terlihat suatu perubahan yang menakjubkan. Tetapi jika domino di salah satu cabangnya salah pasang, maka yang terjadi domino dibelakangnya, tidak ikut terjatuh seperti yang sebelumnya. Hasilnya pun rancu. Ada bagian yang hilang dari satu sentuhan yang membuat suatu perubahan itu tidak indah. Merekalah kita.

            Ibaratkan susunan-susunan domino itu telah disusun rapi oleh Tuhan dan ibaratkan kumpulan domino itu adalah orang-orang yang terdahulu hingga kita sekarang. Tanpa ada tindakan, kita hanya bisa diam. Tetapi ketika sebuah tindakan itu bergerak untuk mencapai perubahan, pasti kita juga akan mengikutinya. Tindakan itu adalah sebuah kebiasaan nenek moyang kita yang diturunkan untuk generasi berikutnya. Terus-menerus generasinya bertambah, semakin banyak pula cabang dominonya. Semakin berubah pula kebiasaannya.

            Menjaga Bumi untuk generasi yang lebih baik adalah salah satu kebiasaan yang nenek moyang terapkan. Namun dari generasi ke generasi, kebiasaan itu semakin memudar. Ketika kita berfikir bahwa kita berasal dari nenek moyang yang sama, domino yang bercabang kembali bersatu untuk meneruskan kebiasaan nenek moyang. Seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak memakai plastik terlalu banyak, membatasi penggunaan listrik, menanam pohon, tidak membuang limbah sembarangan, menjadi vegetarian, batasi penggunaan kertas, dan masih banyak lagi domino-domino yang melakukan kebiasaan untuk menjaga buminya. Mereka saling bergandengan untuk bergotong-royong melakukan hal tersebut. Pada akhirnya mereka mencapai sebuah cita-cita yaitu Bumi Kita Indah.

            Suatu tindakan yang sangat mudah ketika perbuatan baik diestafetkan ke yang lain, dari yang terdahulu hingga yang sekarang. Mungkin akan terus diestafetkan dan tidak akan putus hingga generasi masa depan. Sebuah kebiasaan sederhana yang mulia dapat mencapai cita-cita yang baik dan sangat cantik. Semua bisa terlaksana secara sempurna ketika kita memulai dengan sebuah tekad dan kemauan.


Leny Indah

 2011: 10 Besar dalam Public Health's National Poster Competition.

Karya yang Indah (The Arts of yourself)

Awalnya saya cuman mikir, ‘kenapa sih temen-temen saya suka ngeduplikat apa yang saya punya? (sombong banget haha)’, ‘kenapa ya saya ngikut-ngikut orang itu?’, ‘aduh, beneran deh sebenernya ini ngga sengaja, tapi kok bisa keliatan seolah saya yang ngikut-ngikut ya?’.

Pernah belajar sosiologi? interaksi sosial? bisa bedain mana yang imitasi, identifikasi sama simpati?

IMITASI
Imitasi merupakan proses menirukan aksi yang dilakuin sama model yang dia tiru ini. Orang yang melakukan proses ini biasanya sangat sensitif dengan apa yang dia liat, dia denger, dia cium, dia rasain. Kadang imitasi bisa berbentuk negatif tapi jaga bisa berbentuk positif tergantung sama orangnya.

Terus apa hubungannya sama “Karya yang Indah”?

Nah, ini nih.. Setiap kali saya membuat sebuah karya yang sebelumnya belum pernah temen-temen liat, kadang mereka mencoba untuk menyamakan. Contoh simpel, gambar-gambar yang saya gambar di kertas gambar A4. Dulu, waktu SD-SMP, saya suka ganti-ganti gambar gara-gara ternyata temen saya yang lain ngebuat gambar yang sama juga. “Ah, sialan! Kok dia ngebuat gambar yang sama kayak saya sih? Kalo gini kan dikiranya saya yang ngikut-ngikut. Apalagi dia pinter nggambar. -,-“

Dari cerita ini, kalo kamu pesimis, kamu bakal ngebuat sebuah karya baru yang entah lebih baik atau malah makin buruk. Kalo karya kamu lebih baik si ngga masalah, tapi kalo lebih buruk? itu resiko kamu buat karya baru. Buat saya, boleh ngelakuin hal ini, asal kepesimisan kamu ini bakal berbuah sebuah keoptimisan. Kamu buat karya baru, dan kamu optimis sama karya baru kamu, ngga sengaja kamu udah punya 2 karya. Satu yang ditiru temen kamu, dan satunya karya optimis kamu. Sebuah kepesimisan bisa berubah menjadi keoptimisan kan?

IDENTIFIKASI
Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan idola.

Saya yakin kalo kamu udah remaja, kamu bakal punya seorang idola. Tapi saya saranin jangan pake Identifikasi buat ngerubah penampilan kamu kayak idola kamu. Menurutku, kamu ngga harus sepenuhnya ngikutin gaya idola kamu.

Cukup dengan inspirasi. Ngga enak kan kalo kamu dibilang plagiat si A, si B, atau si Z. Dengan inspirasi, kamu tetep jadi diri kamu sendiri, dengan masukan-masukkan dari idola kamu. Itu malah bakal berkesan kalo kamu punya style original dari kamu sendiri. Mereka lebih suka karya kamu yang asli dari kamu daripada yang ngikut-ngikut.
 
Daripada mengikuti gaya idola kamu sepenuhnya, mendingan jadiin mereka inspirasi buat karya indah kamu yang belum pernah ada.

SIMPATI
SIMPATI adalah suatu proses seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain, sehingga mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain. 

Nah, ini nih. Sikap simpati biasanya terjadi antar perasaan, umumnya positif, tapi ada juga yang negatif. Hubungannya sama karya kamu adalah ketika kamu punya karya yang Indah, temen kamu bakal penasaran, kenapa karya kamu bisa sebegitu bagusnya? Dari situ, temen kamu selalu merhatiin kamu, gimana cara buatnya, kapan kamu ngelakuin buat bikin karya kamu, apa aja yang kamu pake buat bikin karya kamu, makin lama dia makin tau apa itu sebenernya karya kamu. 

Sebenernya saya saranin ke kamu buat ngambil nih sikap. Kenapa? Soalnya dari sikap simpati ini, kamu bisa ngebuat sebuah karya yang lebih Indah daripada karya orang yang kamu perhatiin. Semakin perhatian sama karya orang lain, kamu makin tau kelemahannya, dan kamu bisa manfaatin kelemahannya dia, buat bikin karya yang dia ngga bisa.



Kadang emang gaya hidup yang sama bikin suatu karya menjadi ngga sengaja sama walaupun pengennya beda. Jadi jangan heran kalo banyak orang yang bilang kalo kamu meniru mereka, padahal ngga sengaja aja karyanya sama.

Intinya, dari ketiga sikap itu. Yang sya harapkan dari kamu adalah "Maklumilah jika ada orang yang meniru karyamu itu. Anggaplah Karyamu itu Indah, karena karyamu sampai ditiru orang lain."

"Karya yang Indah adalah karya yang banyak ditiru orang lain" - lenyindah
Be yourself, Be Inspiring. :)

Lenyindah. 
See ya!