Apa siiiih? disaat aku lagi menyukai kesibukan, kesibukan datengnya nggak tepat, banyak, dan nggak terkontrol.
Dan akhirnya hari ini semuanya SELESAAAAAAI...
Dua kali ulangan ulang kimia itu rasanya kayak udah nggak ada hari buat ketemu Kimia.
Belajarpun nggak konsen karena aku ngejar deadline buat poster..
Toh pada akhirnya mengumpulkan poster dengan tanggal yang amat mepet...
Satu hal, aku kurang disiplin ngatur waktu...
Buat aku, intens adalah alasan yang bikin aku nggak bisa mengontrol waktu, hampir setiap hari abis pulang intens pasti langsung mandi, sholat, makan.... critanya sih abis itu belajar, ya tapi entah kenapa belajar bikin ngantuk lebih dini, aku bisa tidur jam tujuh malem kalo aku belajar.
Ya, oke lah kalo jam segitu aku udah tidur, aku selalu pasang alarm dini hari aku harus bangun. Tapi eh ternyata, aku nggak bisa bangun, pasti aku matiin.
itu yang bikin nilai aku jelek.
Aku pengen bener-bener belajar bener, sumpah deh selama SMA belum pernah yang namanya belajar bener-bener. Nilai pun, yaaaaa pas-pasan lah ya..... .
Aku punya mimpi yang wangsitnya sih harus belajar dengan sungguh-sungguh. Tapi aku belum bisaaaaaaaaaa. Ya Alloooooh..... kenapa ya Alloooh? kenapa?
Kalo gini terus aku harus nyeraaaah sama apa yang nantangin aku, aku harus ngadepin masa depaaaaaaaaan!
Tampilkan postingan dengan label Poster. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poster. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 November 2012
Minggu, 15 April 2012
Mencoba berpikir Kritis: Global Warming
DOMINO KEHIDUPAN
Merekalah para domino yang memperbaiki Bumi agar tetap
terjaga. Para Domino adalah kita semua yang saling bersatu untuk menjaganya.
Sebuah domino yang berdiri sendiri dan diam, tidak akan
mempengaruhi suatu domino yang lain. Tetapi ketika sebuah domino itu
dijatuhkan, maka domino yang lain yang ada didekatnya akan jatuh juga. Kadang
bervariasi, hanya satu domino yang disentuh tapi bisa menyalur bercabang hingga
terlihat suatu perubahan yang menakjubkan. Tetapi jika domino di salah satu cabangnya
salah pasang, maka yang terjadi domino dibelakangnya, tidak ikut terjatuh
seperti yang sebelumnya. Hasilnya pun rancu. Ada bagian yang hilang dari satu
sentuhan yang membuat suatu perubahan itu tidak indah. Merekalah kita.
Ibaratkan susunan-susunan domino itu telah disusun rapi
oleh Tuhan dan ibaratkan kumpulan domino itu adalah orang-orang yang terdahulu
hingga kita sekarang. Tanpa ada tindakan, kita hanya bisa diam. Tetapi ketika
sebuah tindakan itu bergerak untuk mencapai perubahan, pasti kita juga akan
mengikutinya. Tindakan itu adalah sebuah kebiasaan nenek moyang kita yang
diturunkan untuk generasi berikutnya. Terus-menerus generasinya bertambah,
semakin banyak pula cabang dominonya. Semakin berubah pula kebiasaannya.
Menjaga Bumi untuk generasi yang lebih baik adalah salah
satu kebiasaan yang nenek moyang terapkan. Namun dari generasi ke generasi,
kebiasaan itu semakin memudar. Ketika kita berfikir bahwa kita berasal dari
nenek moyang yang sama, domino yang bercabang kembali bersatu untuk meneruskan
kebiasaan nenek moyang. Seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak memakai plastik
terlalu banyak, membatasi penggunaan listrik, menanam pohon, tidak membuang
limbah sembarangan, menjadi vegetarian, batasi penggunaan kertas, dan masih
banyak lagi domino-domino yang melakukan kebiasaan untuk menjaga buminya.
Mereka saling bergandengan untuk bergotong-royong melakukan hal tersebut. Pada
akhirnya mereka mencapai sebuah cita-cita yaitu Bumi Kita Indah.
Suatu tindakan yang sangat mudah ketika perbuatan baik
diestafetkan ke yang lain, dari yang terdahulu hingga yang sekarang. Mungkin
akan terus diestafetkan dan tidak akan putus hingga generasi masa depan. Sebuah
kebiasaan sederhana yang mulia dapat mencapai cita-cita yang baik dan sangat
cantik. Semua bisa terlaksana secara sempurna ketika kita memulai dengan sebuah
tekad dan kemauan.
Leny Indah
2011: 10 Besar dalam Public Health's National Poster Competition.
Langganan:
Komentar (Atom)
