Hai Saturnus,
Kau tahu?
Titan yang kau miliki ini lebih kecil dibandingkan besarnya volum yang kau miliki.
Kadang, disaat titan berada di titik terjauh, mungkin kau sama sekali tak melihatnya.
Tapi, tapi Titan selalu melihatmu, karena kau besar.
Siapapun yang mengelilingimu, akan selalu melihatmu, walaupun kau sudah tak melihatnya.
Bahkan mungkin,
Kau sudah lupa, bahwa Titan masih mengelilingimu.
Hai Saturnus,
Titan menginginkan kau selalu melihatnya.
Tapi yang Titan khawatirkan memang nyata. Di saat Titan sedang berevolusi mengelilingimu, dan sedang berada di titik terjauh, kau sudah tak melihatnya. Yang Titan takutkan, kau telah melupakannya. Semoga saja tidak :)
Disisi lain, Titan telah berada di titik terjauh dan kadang merasa tak mau kembali untuk berada di jarak terdekat. Biarlah Saturnus selalu dekat dengan satelit yang mempunyai orbit terpendek untuk selalu mengelilingi Saturnus.
Entah sampai kapan, Titan tak begerak.
Namun, planet lain semakin dekat dengan Titan, disaat Titan harus berada di titik terjauhmu, Saturnus. Tapi, gravitasi yang ditimbulkan planet yang belum diketahui ini, belum lebih kuat daripada gravitasimu.
Titan bimbang saat itu. Garis orbit ini, telah memberikan cerita tentang bagaimana Titan mengelilingimu, Saturnus. Planet itu belum lebih kuat daripadamu.
Titan
Rabu, 20 November 2013
Kamis, 30 Mei 2013
Apa ini benar?
Waktu itu (setelah Ujian Nasional 2013 selesai), terus terang aku ngerasa kalo selama ngerjain Ujian Nasional itu "Something Fail of Me" banget. Padahal itu satu-satunya harapan buat aku, biar bisa tembus SNMPTN. Yaaaaaah, SNMPTN buat aku, cuman kenangan deh pokoknya waktu itu.
Sedikit seneng waktu itu, karna dari pihak Panitia SNMPTN itu sendiri mengumumkan kalo mereka hanya membutuhkan predikat LULUS. Kenapaa? Karena Pelaksanaan Ujian Nasional SMA pada saat itu sangat aburadul.
Nyatanya sih, yang paling aku rasain selama ngerjain Ujian Nasional, tulisannya berbayang, begitu juga lembar jawab. Ada coretan fotokopian, mungkin rambut kefotokopi kali ya? terus ketas DEMI TUHAN deh, itu kertas paling jelek yang pernah aku pake selama Ujian Nasional dari SD.
Tapi walaupun keputusan Panitia SNMPTN itu berubah, tetep aja aku pesimis kalo aku bisa tembus SNMPTN.
Sedikit seneng waktu itu, karna dari pihak Panitia SNMPTN itu sendiri mengumumkan kalo mereka hanya membutuhkan predikat LULUS. Kenapaa? Karena Pelaksanaan Ujian Nasional SMA pada saat itu sangat aburadul.
Nyatanya sih, yang paling aku rasain selama ngerjain Ujian Nasional, tulisannya berbayang, begitu juga lembar jawab. Ada coretan fotokopian, mungkin rambut kefotokopi kali ya? terus ketas DEMI TUHAN deh, itu kertas paling jelek yang pernah aku pake selama Ujian Nasional dari SD.
Tapi walaupun keputusan Panitia SNMPTN itu berubah, tetep aja aku pesimis kalo aku bisa tembus SNMPTN.
Senin, 25 Maret 2013
Titan untuk Saturnus #4: Pada Akhirnya
Ini aneh, ini mengagetkan.
Saturnus, aku tak pernah menyangka ketika aku mulai mencoba menjauh 'to make a distance'..... Bongkahan es yang tak beratuturan bentuknya ternyata mempunyai sisi yang runcing. dan secara tiba-tiba benda itu menghujam Titan.
Saat ini,
posisi Saturnus dan Titan memang belum berada di titik terjauh, tapi wajah Saturnus dan Titan sudah tidak berhadapan lagi, tidak saling tegur sapa dan bahkan tak tersenyum satu sama lain. Entah Saturnus atau mungkin Titan sendiri yang melakukannya.
Yang aku tahu, Saturnus maupun Titan sedang tidak ingin untuk berotasi maupun berevolusi. Mereka terdiam, bahkan mungkin Saturnus telah terisolasi oleh cincinnya sendiri. Titan bahkan tidak mengetahui keadaan planet yang ia kelilingi itu.
Sekarang, bongkahan es itu telah menggantikan Titan. Berevolusi mengelilingimu. Ada kalanya harus berada di posisi terdekat denganmu, dan ada kalanya harus berada di posisi terjauh. Karena orbit selalu berbentuk elips, semoga.... bongkahan es itu mengerti tentang keadaan ini.
Semoga kau bahagia Saturnus,
Mempunyai satelit baru pengganti Titan. Ya, untung saja satelit itu adalah masa lalumu. Jadi kau bisa lebih mengerti tentang keadaan satelit baru itu.
Terima kasih untuk semuanya, Saturnus, aku akan pegi ke orbit lain dan mungkin tak mengelilingimu lagi. Aku ingin bersama teman-temanku. Dengan suasana baru, entah berpindah ke tempat yang lebih dingin, atau lebih panas.. Menyapa Merkurius yang menyala, bertemu Venus yang cantik, melihat kompaknya koloni asteroid, melihat dua planet kembar Uranus dan Neptunus, betemu dengan raksasa Jupiter, melihat kehidupan ramai di Bumi daaaaaaan Mars yang begitu menakjubkan. Alam semesta terasa damai.
Matahari telah mengetahui semuanya, masa lalu dan masa depan.
Saturnus, aku tak pernah menyangka ketika aku mulai mencoba menjauh 'to make a distance'..... Bongkahan es yang tak beratuturan bentuknya ternyata mempunyai sisi yang runcing. dan secara tiba-tiba benda itu menghujam Titan.
Saat ini,
posisi Saturnus dan Titan memang belum berada di titik terjauh, tapi wajah Saturnus dan Titan sudah tidak berhadapan lagi, tidak saling tegur sapa dan bahkan tak tersenyum satu sama lain. Entah Saturnus atau mungkin Titan sendiri yang melakukannya.
Yang aku tahu, Saturnus maupun Titan sedang tidak ingin untuk berotasi maupun berevolusi. Mereka terdiam, bahkan mungkin Saturnus telah terisolasi oleh cincinnya sendiri. Titan bahkan tidak mengetahui keadaan planet yang ia kelilingi itu.
Sekarang, bongkahan es itu telah menggantikan Titan. Berevolusi mengelilingimu. Ada kalanya harus berada di posisi terdekat denganmu, dan ada kalanya harus berada di posisi terjauh. Karena orbit selalu berbentuk elips, semoga.... bongkahan es itu mengerti tentang keadaan ini.
Semoga kau bahagia Saturnus,
Mempunyai satelit baru pengganti Titan. Ya, untung saja satelit itu adalah masa lalumu. Jadi kau bisa lebih mengerti tentang keadaan satelit baru itu.
Terima kasih untuk semuanya, Saturnus, aku akan pegi ke orbit lain dan mungkin tak mengelilingimu lagi. Aku ingin bersama teman-temanku. Dengan suasana baru, entah berpindah ke tempat yang lebih dingin, atau lebih panas.. Menyapa Merkurius yang menyala, bertemu Venus yang cantik, melihat kompaknya koloni asteroid, melihat dua planet kembar Uranus dan Neptunus, betemu dengan raksasa Jupiter, melihat kehidupan ramai di Bumi daaaaaaan Mars yang begitu menakjubkan. Alam semesta terasa damai.
Matahari telah mengetahui semuanya, masa lalu dan masa depan.
Minggu, 17 Maret 2013
Titan untuk Saturnus #3: Terima Kasih
Dear Saturnus,
Ya.
Sampai saat ini, aku belum merasakan. Merasakan titik terjauh antara kita. Kau tahu? Kadang aku berfikir bahwa...... ketika kita pernah merasakan titik terdekat, maka...... titik terjauh itu tak akan membuatku meloncat ke orbit satelit lain. Tapi mungkin saja setelah ini......., saat kita memang harus berpisah. Kau memang masih mempunyai Titan. Tapi bukanlah posisiku lagi. Titan sudah ditempatkan orang lain.
Apakah saat ini, aku masih menjadi Titanmu, Saturnus? Entahlah. Kau terlalu misterius.
Saat telah mendapatkan posisi itu, kedepannya kita juga sudah harus siap untuk melepasnya. Bukan saat ini, tapi suatu saat nanti.
Terima Kasih Saturnus :)
Sincerely,
Titan
Ya.
Sampai saat ini, aku belum merasakan. Merasakan titik terjauh antara kita. Kau tahu? Kadang aku berfikir bahwa...... ketika kita pernah merasakan titik terdekat, maka...... titik terjauh itu tak akan membuatku meloncat ke orbit satelit lain. Tapi mungkin saja setelah ini......., saat kita memang harus berpisah. Kau memang masih mempunyai Titan. Tapi bukanlah posisiku lagi. Titan sudah ditempatkan orang lain.
Apakah saat ini, aku masih menjadi Titanmu, Saturnus? Entahlah. Kau terlalu misterius.
Saat telah mendapatkan posisi itu, kedepannya kita juga sudah harus siap untuk melepasnya. Bukan saat ini, tapi suatu saat nanti.
Terima Kasih Saturnus :)
Sincerely,
Titan
Jumat, 15 Maret 2013
Titan untuk Saturnus #2: Bertabrakan
Dear Saturnus,
Setelah kau tau perasaanku, aku senang :)
Saturnus, apa kau tahu, kadang revolusiku untuk mengelilingimu harus dihentikan? Hanya karena...... ada sebuah bongkahan es besar, yang merasa dekat denganmu. Ya, memang benar dia dekat denganmu.
Kecepatannya lebih besar untuk bertumbukan denganku saat itu.
Tapi.....
Satu langkah aku menjauh,
Belum cukup baginya untuk menjauhkan kita.
Seperti sebuah paksaan, aku harus berada di posisi terjauh antara kita.
Titan sedang mencoba melakukannya, demi perasaannya, perasaan yang menumbukku. Demi perasaanku yang tak ingin tersakiti. Dan demi....... hei! satu hal Saturnus, aku tak pernah tau apa yang kau rasakan, entah aku yang tak terlalu ingin dekat denganmu karena aku hanya satelit, ataaaaaaau.... kau memang tertutup? karena dikelilingi oleh cincin yang indah itu? Aku tak pernah tau itu.
Ya, bongkahan es itu begitu dahsyat menumbukku, dia benar-benar tak mau Saturnus dan Titan berdekatan bahkan saling menyinggung. Kau pun tak ada tindakan kurasa. Kau hanya diam. Atau kau sedang memikirkan bagaimana cara menyingkirkan bongkahan es itu? Haha.. terlalu lama. Kau masih terlalu mengindahkannya. Seperti bintang yang mempunyai kekuatan sinar yang masih kau butuhkan.
Titan? Dia hanyalah satelit yang gelap, tak mempunyai cahaya terang, dan.... tak bisa membuatmu semakin Indah.
Kali ini aku bertanya, apakah Saturnus sudah bisa menjawab? Mengapa ini terjadi?
Sincerely,
Titan
Setelah kau tau perasaanku, aku senang :)
Saturnus, apa kau tahu, kadang revolusiku untuk mengelilingimu harus dihentikan? Hanya karena...... ada sebuah bongkahan es besar, yang merasa dekat denganmu. Ya, memang benar dia dekat denganmu.
Kecepatannya lebih besar untuk bertumbukan denganku saat itu.
Tapi.....
Satu langkah aku menjauh,
Belum cukup baginya untuk menjauhkan kita.
Seperti sebuah paksaan, aku harus berada di posisi terjauh antara kita.
Titan sedang mencoba melakukannya, demi perasaannya, perasaan yang menumbukku. Demi perasaanku yang tak ingin tersakiti. Dan demi....... hei! satu hal Saturnus, aku tak pernah tau apa yang kau rasakan, entah aku yang tak terlalu ingin dekat denganmu karena aku hanya satelit, ataaaaaaau.... kau memang tertutup? karena dikelilingi oleh cincin yang indah itu? Aku tak pernah tau itu.
Ya, bongkahan es itu begitu dahsyat menumbukku, dia benar-benar tak mau Saturnus dan Titan berdekatan bahkan saling menyinggung. Kau pun tak ada tindakan kurasa. Kau hanya diam. Atau kau sedang memikirkan bagaimana cara menyingkirkan bongkahan es itu? Haha.. terlalu lama. Kau masih terlalu mengindahkannya. Seperti bintang yang mempunyai kekuatan sinar yang masih kau butuhkan.
Titan? Dia hanyalah satelit yang gelap, tak mempunyai cahaya terang, dan.... tak bisa membuatmu semakin Indah.
Kali ini aku bertanya, apakah Saturnus sudah bisa menjawab? Mengapa ini terjadi?
Sincerely,
Titan
Titan untuk Saturnus #1: Sebuah Fakta
Dear Saturnus,
Awal kita dekat, aku merasakan Saturnus-lah yang paling berbeda untukku.
Saturnus yang mempunyai cincin yang terbentuk dari berbagai komponen,
Saturnus yang begitu ringan,
Saturnus yang Indah,
Saturnus yang begitu mengagumkan.
Kau tahu Saturnus, saat itu aku begitu senang karena aku merasa begitu cepat berevolusi. Mengelilingimu sesuka hatiku, kau pun merasa senang aku kelilingi.
Makin dekat dan berada di titik terdekat, aku semakin merasa nyaman.
Tapi aku tahu, Saturnus tak terlalu membutuhkanku.
Menjadi satelit yang malang. Tapi menyenangkan... karena.... Saturnus selalu membuatku nyaman :)
Saturnus dan yang lainnya akan beranggapan sama,
Titan adalah satelit terbesar Saturnus.
Tapi Titan bukanlah yang terdekat denganmu.
Ya.
Sebuah Fakta.
Sincerely,
Titan
Awal kita dekat, aku merasakan Saturnus-lah yang paling berbeda untukku.
Saturnus yang mempunyai cincin yang terbentuk dari berbagai komponen,
Saturnus yang begitu ringan,
Saturnus yang Indah,
Saturnus yang begitu mengagumkan.
Kau tahu Saturnus, saat itu aku begitu senang karena aku merasa begitu cepat berevolusi. Mengelilingimu sesuka hatiku, kau pun merasa senang aku kelilingi.
Makin dekat dan berada di titik terdekat, aku semakin merasa nyaman.
Tapi aku tahu, Saturnus tak terlalu membutuhkanku.
Menjadi satelit yang malang. Tapi menyenangkan... karena.... Saturnus selalu membuatku nyaman :)
Saturnus dan yang lainnya akan beranggapan sama,
Titan adalah satelit terbesar Saturnus.
Tapi Titan bukanlah yang terdekat denganmu.
Ya.
Sebuah Fakta.
Sincerely,
Titan
Rabu, 23 Januari 2013
Among 2 Boys
Hey Haaaaaaaaaaaaiii....
:)
(01/23)
Malem ini, malem kamis, jam tujuh malem lah ya kurang lebih.. Sumpah demi apa sebenernya udah ngantuk karena nungguin ujan yang nggak diem-diem (Niatnya nungguin ujan karna mau les -_-), tapi ternyata hujannya terus berjatuhan, dan akhirnya gue males buat pergi2 dengan kondisi basah.
*Prok-prok
Okeh, kita masuk ke topik ya.. nyatanya gue merasa ini terlalu berlebihan.. tapi mungkin biasa aja..
AMONG TWO BOYS
Punya temen deket kayak mereka itu......
oke, jadi belum lama ini (Sekitar akhir November) kita makin lama makin deket, deket yang aneh, deket yang nggak disengaja.
Selama jadi panitia Yearbook untuk mewakili kelas, selama itu, aku belum pernah ngerasain ada yang tanggap (bukan perhatian, kalo perhatian hampir semua anak kelas perhatian) tentang gimana nanti konsep Yearbook yang akan kita pakai dan bagaimana nantinya? Dan tiba-tiba mereka berdua dateng dan tanya, "Gimana nih tempat untuk konfirmasi setting Yearbook?"
Akhirnya kita kebablasan..
Kita main sampe..... ya, nggak terlalu sore sih sebenernya, tapi kita sempet kayak orang freak selama 2 jam di gramedia, tes buta warna, nyari koin, nyari malaikat, baca komik sampe ngakak-ngakak, dan meninggalkan jejak di kertas tes bolpen, ya, alhasil ga ada yang beli barang di gramedia -_-
Okeh, next kita niatnya mau pulang, tapi aku sama Gusti ngerayu yang abis ulang tahun waktu itu buat traktiran.
"Kan mumpung pal, mumpung yg kamu traktir cuman dua orang, nggak terlalu bonjrot juga kan? :)"
Ya dirumah makan sambil nonton premier Menuju Pentas Idola Cilik 2013, ternyata kita semua merasa kalo saat itu momen yang asik..
Makin lama, kedepannya kita makin deket... Mereka yang selalu ada kalo aku minta tolong buat nemenin ngurusin Yearbook. Kalo aku nggak minta tolong pun, mereka selalu ada buat nemenin. Terutama buat Gusti, beneran deh, aku nggak enak banget waktu itu minta tolong terus sama dia. (Bodo amat len dengan alesannya. Kamu suka sama dia juga)
Jadi, masih sebates temen? Menurutku, mereka lebih dari itu.
Entah apa yang bikin orang lain terlalu mengekspos pas kita lagi bareng, kalo cewek keponya gini, "Len, kamu sama Naufal jadian apa?", kalo cowok langsung nebak, "Len, kamu sama Gusti ya?".. Kedekatan kita emang terlalu detected banget. Aku juga nggak tau, apakah mereka canggung sama apa yang diomongin temen2 tentang kita?.
Ya aku si juga yakin, pasti orang lain juga ada yang cemburu kalo kita lagi ngobrol seru, jalan bareng, boncengan.
Makin lama juga kita makin tau kelebihan dan kekurangan masing-masing, mungkin mereka nggak cuman sekedar teman dekat, tapi mereka sahabat.
Jadi posisi mereka itu disini
:)
(01/23)
Malem ini, malem kamis, jam tujuh malem lah ya kurang lebih.. Sumpah demi apa sebenernya udah ngantuk karena nungguin ujan yang nggak diem-diem (Niatnya nungguin ujan karna mau les -_-), tapi ternyata hujannya terus berjatuhan, dan akhirnya gue males buat pergi2 dengan kondisi basah.
*Prok-prok
Okeh, kita masuk ke topik ya.. nyatanya gue merasa ini terlalu berlebihan.. tapi mungkin biasa aja..
AMONG TWO BOYS
![]() | ||
| | Gusti | Leny | Naufal | lenyindah Arworks 2012 |
oke, jadi belum lama ini (Sekitar akhir November) kita makin lama makin deket, deket yang aneh, deket yang nggak disengaja.
Selama jadi panitia Yearbook untuk mewakili kelas, selama itu, aku belum pernah ngerasain ada yang tanggap (bukan perhatian, kalo perhatian hampir semua anak kelas perhatian) tentang gimana nanti konsep Yearbook yang akan kita pakai dan bagaimana nantinya? Dan tiba-tiba mereka berdua dateng dan tanya, "Gimana nih tempat untuk konfirmasi setting Yearbook?"
Akhirnya kita kebablasan..
Kita main sampe..... ya, nggak terlalu sore sih sebenernya, tapi kita sempet kayak orang freak selama 2 jam di gramedia, tes buta warna, nyari koin, nyari malaikat, baca komik sampe ngakak-ngakak, dan meninggalkan jejak di kertas tes bolpen, ya, alhasil ga ada yang beli barang di gramedia -_-
Okeh, next kita niatnya mau pulang, tapi aku sama Gusti ngerayu yang abis ulang tahun waktu itu buat traktiran.
"Kan mumpung pal, mumpung yg kamu traktir cuman dua orang, nggak terlalu bonjrot juga kan? :)"
Ya dirumah makan sambil nonton premier Menuju Pentas Idola Cilik 2013, ternyata kita semua merasa kalo saat itu momen yang asik..
Makin lama, kedepannya kita makin deket... Mereka yang selalu ada kalo aku minta tolong buat nemenin ngurusin Yearbook. Kalo aku nggak minta tolong pun, mereka selalu ada buat nemenin. Terutama buat Gusti, beneran deh, aku nggak enak banget waktu itu minta tolong terus sama dia. (Bodo amat len dengan alesannya. Kamu suka sama dia juga)
Jadi, masih sebates temen? Menurutku, mereka lebih dari itu.
Entah apa yang bikin orang lain terlalu mengekspos pas kita lagi bareng, kalo cewek keponya gini, "Len, kamu sama Naufal jadian apa?", kalo cowok langsung nebak, "Len, kamu sama Gusti ya?".. Kedekatan kita emang terlalu detected banget. Aku juga nggak tau, apakah mereka canggung sama apa yang diomongin temen2 tentang kita?.
Ya aku si juga yakin, pasti orang lain juga ada yang cemburu kalo kita lagi ngobrol seru, jalan bareng, boncengan.
Makin lama juga kita makin tau kelebihan dan kekurangan masing-masing, mungkin mereka nggak cuman sekedar teman dekat, tapi mereka sahabat.
Jadi posisi mereka itu disini
SAHABAT
|
|
TEMAN DEKAT
|
|
TEMAN
|
|
KENALAN
|
|
TERTARIK
Ya, yang jelas entah seperti apa nantinya, kalo emang udah perjalanannya udah harus stuck, mungkin suatu saat nanti kita semua nggak bakal bilang, "SEE YOU TOMORROW", tapi mungkin "SEE YOU LATER" atau bahkan "GOODBYE" demi masa depan.. Masa depan kita masing-masing..
![]() |
| lenyindah pictures 2013 at Graha Widyatama, Jendral Soedirman University |
Suatu saat nanti rindu pasti ada, karena kita merasakannya :)
*prok-prok
SEE YOU LATER :):):)
lenyindah
Langganan:
Komentar (Atom)


