Tampilkan postingan dengan label Saturnus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saturnus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2013

Titan untuk Saturnus #5: Inilah Jarak Terjauh

Hai Saturnus,
Kau tahu?
Titan yang kau miliki ini lebih kecil dibandingkan besarnya volum yang kau miliki.

Kadang, disaat titan berada di titik terjauh, mungkin kau sama sekali tak melihatnya.
Tapi, tapi Titan selalu melihatmu, karena kau besar.
Siapapun yang mengelilingimu, akan selalu melihatmu, walaupun kau sudah tak melihatnya.

Bahkan mungkin,
Kau sudah lupa, bahwa Titan masih mengelilingimu.


Hai Saturnus,
Titan menginginkan kau selalu melihatnya.
Tapi yang Titan khawatirkan memang nyata. Di saat Titan sedang berevolusi mengelilingimu, dan sedang berada di titik terjauh, kau sudah tak melihatnya. Yang Titan takutkan, kau telah melupakannya. Semoga saja tidak :)

Disisi lain, Titan telah berada di titik terjauh dan kadang merasa tak mau kembali untuk berada di jarak terdekat. Biarlah Saturnus selalu dekat dengan satelit yang mempunyai orbit terpendek untuk selalu mengelilingi Saturnus.

Entah sampai kapan, Titan tak begerak.
Namun, planet lain semakin dekat dengan Titan, disaat Titan harus berada di titik terjauhmu, Saturnus. Tapi, gravitasi yang ditimbulkan planet yang belum diketahui ini, belum lebih kuat daripada gravitasimu.
Titan bimbang saat itu. Garis orbit ini, telah memberikan cerita tentang bagaimana Titan mengelilingimu, Saturnus. Planet itu belum lebih kuat daripadamu.

Titan

Senin, 25 Maret 2013

Titan untuk Saturnus #4: Pada Akhirnya

Ini aneh, ini mengagetkan.

Saturnus, aku tak pernah menyangka ketika aku mulai mencoba menjauh 'to make a distance'..... Bongkahan es yang tak beratuturan bentuknya ternyata mempunyai sisi yang runcing. dan secara tiba-tiba benda itu menghujam Titan.

Saat ini,
posisi Saturnus dan Titan memang belum berada di titik terjauh, tapi wajah Saturnus dan Titan sudah tidak berhadapan lagi, tidak saling tegur sapa dan bahkan tak tersenyum satu sama lain. Entah Saturnus atau mungkin Titan sendiri yang melakukannya.
Yang aku tahu, Saturnus maupun Titan sedang tidak ingin untuk berotasi maupun berevolusi. Mereka terdiam, bahkan mungkin Saturnus telah terisolasi oleh cincinnya sendiri. Titan bahkan tidak mengetahui keadaan planet yang ia kelilingi itu.

Sekarang, bongkahan es itu telah menggantikan Titan. Berevolusi mengelilingimu. Ada kalanya harus berada di posisi terdekat denganmu, dan ada kalanya harus berada di posisi terjauh. Karena orbit selalu berbentuk elips, semoga.... bongkahan es itu mengerti tentang keadaan ini.

Semoga kau bahagia Saturnus,
Mempunyai satelit baru pengganti Titan. Ya, untung saja satelit itu adalah masa lalumu. Jadi kau bisa lebih mengerti tentang keadaan satelit baru itu.

Terima kasih untuk semuanya, Saturnus, aku akan pegi ke orbit lain dan mungkin tak mengelilingimu lagi. Aku ingin bersama teman-temanku. Dengan suasana baru, entah berpindah ke tempat yang lebih dingin, atau lebih panas.. Menyapa Merkurius yang menyala, bertemu Venus yang cantik, melihat kompaknya koloni asteroid, melihat dua planet kembar Uranus dan Neptunus, betemu dengan raksasa Jupiter, melihat kehidupan ramai di Bumi daaaaaaan Mars yang begitu menakjubkan. Alam semesta terasa damai.

Matahari telah mengetahui semuanya, masa lalu dan masa depan.

Minggu, 17 Maret 2013

Titan untuk Saturnus #3: Terima Kasih

Dear Saturnus,

Ya.
Sampai saat ini, aku belum merasakan. Merasakan titik terjauh antara kita. Kau tahu? Kadang aku berfikir bahwa...... ketika kita pernah merasakan titik terdekat, maka...... titik terjauh itu tak akan membuatku meloncat ke orbit satelit lain. Tapi mungkin saja setelah ini......., saat kita memang harus berpisah. Kau memang masih mempunyai Titan. Tapi bukanlah posisiku lagi. Titan sudah ditempatkan orang lain.

Apakah saat ini, aku masih menjadi Titanmu, Saturnus? Entahlah. Kau terlalu misterius.

Saat telah mendapatkan posisi itu, kedepannya kita juga sudah harus siap untuk melepasnya. Bukan saat ini, tapi suatu saat nanti.

Terima Kasih Saturnus :)


Sincerely,
Titan

Jumat, 15 Maret 2013

Titan untuk Saturnus #2: Bertabrakan

Dear Saturnus,

Setelah kau tau perasaanku, aku senang :)
Saturnus, apa kau tahu, kadang revolusiku untuk mengelilingimu harus dihentikan? Hanya karena...... ada sebuah bongkahan es besar, yang merasa dekat denganmu. Ya, memang benar dia dekat denganmu.

Kecepatannya lebih besar untuk bertumbukan denganku saat itu.
Tapi.....
Satu langkah aku menjauh,
Belum cukup baginya untuk menjauhkan kita.
Seperti sebuah paksaan, aku harus berada di posisi terjauh antara kita.

Titan sedang mencoba melakukannya, demi perasaannya, perasaan yang menumbukku. Demi perasaanku yang tak ingin tersakiti. Dan demi....... hei! satu hal Saturnus, aku tak pernah tau apa yang kau rasakan, entah aku yang tak terlalu ingin dekat denganmu karena aku hanya satelit, ataaaaaaau.... kau memang tertutup? karena dikelilingi oleh cincin yang indah itu? Aku tak pernah tau itu.

Ya, bongkahan es itu begitu dahsyat menumbukku, dia benar-benar tak mau Saturnus dan Titan berdekatan bahkan saling menyinggung. Kau pun tak ada tindakan kurasa. Kau hanya diam. Atau kau sedang memikirkan bagaimana cara menyingkirkan bongkahan es itu? Haha.. terlalu lama. Kau masih terlalu mengindahkannya. Seperti bintang yang mempunyai kekuatan sinar yang masih kau butuhkan.

Titan? Dia hanyalah satelit yang gelap, tak mempunyai cahaya terang, dan.... tak bisa membuatmu semakin Indah.

Kali ini aku bertanya, apakah Saturnus sudah bisa menjawab? Mengapa ini terjadi?



Sincerely,
Titan

Titan untuk Saturnus #1: Sebuah Fakta

Dear Saturnus,

Awal kita dekat, aku merasakan Saturnus-lah yang paling berbeda untukku.
Saturnus yang mempunyai cincin yang terbentuk dari berbagai komponen,
Saturnus yang begitu ringan,
Saturnus yang Indah,
Saturnus yang begitu mengagumkan.

Kau tahu Saturnus, saat itu aku begitu senang karena aku merasa begitu cepat berevolusi. Mengelilingimu sesuka hatiku, kau pun merasa senang aku kelilingi.
Makin dekat dan berada di titik terdekat, aku semakin merasa nyaman.

Tapi aku tahu, Saturnus tak terlalu membutuhkanku.
Menjadi satelit yang malang. Tapi menyenangkan... karena.... Saturnus selalu membuatku nyaman :)
Saturnus dan yang lainnya akan beranggapan sama,
Titan adalah satelit terbesar Saturnus.
Tapi Titan bukanlah yang terdekat denganmu.
Ya.
Sebuah Fakta.

Sincerely,
Titan