Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juli 2017

FASE #2: BULLYING



Aku pernah di bully. Dari SD sampe sekarang mungkin masih. Kamu pernah nggak? Well, kamu yang cantik dan ganteng dan pinter dan berkarisma dan keren dan anak basket dan anak osis dan anak hits sekolahan pokoknya. Kalo kamu pernah jadi orang-orang itu dan nggak pernah di bully, selamat ya. Kamu terhindar dari fase ini.

Ups, tapi mungkin kalian adalah orang yang menciptakan fase ini. Mengejek dan mempermainkan anak orang dan mentertawakan kekurangan dan bahkan melakukan sikap yang sangat menyinggung perasaan. So, selamat kalian masuk ke fase bullying sebagai tersangka.

Ya, mungkin artikel ini sedikit sensitif nantinya. Karena aku mau sedikit cerita juga tentang bagaimana rasanya di bully temen-temen bahkan yang nggak kenal sama aku pun. Siapa pun yang nge bully aku, selalu aku inget, jadi nanti pas ditanyain sama malaikat, aku bisa ngasih tau yang ngebunuh mentalku siapa aja (siapa tau ditanyain).

Well, untuk seorang yang membully mungkin lebih gampang untuk menghapus memori gimana mereka menindas temennya waktu itu. Tapi untuk seorang yang ditindas, ‘your face always ruins my life’. Nggak semudah itu melupakan apa yang dilakukan temen-temennya yang dulu nge-bully dia.
Menurutku, bullying bukanlah suatu momen yang bisa diinget atau dilupain. Ini salah satu tindakan yang akhirnya membentuk karakter, entah yang nge-bully ataupun yang di-bully. Dan apa sih tujuan dari menindas temennya? Biar apa? Biar kece? Biar ada bahan tertawaan? Lucu emang? Aku masih belum tau esensi orang yang nge-bully temen-temennya tuh biar apa.

Kalo udah gini, kamu yang pernah ngebully temen-temenmu, mungkin bakal santai aja ketawa-ketawa udah ngelupain hal yang dilakukan sama kamu waktu itu. Tapi ini jadi hal serius yang selalu diinget sama korban bullying. Mulai depresi, gelisah kalo ketemu orang-orang kayak kalian. Kadang, balas dendam jadi motif yang cukup klise untuk seorang korban bullying. Kalo korban bullying ini nggak bisa mengendalikan mentalnya, bisa aja dia tiba-tiba nonjok kamu sampe hidungnya patah untuk melampiaskan balas dendamnya. Dia nggak melakukan pembelaan diri, dia cuma melampiaskan kekesalannya sama rutinitas kalian terhadap si korban bully ini.

Mau yang lebih parah? Kamu bisa dibunuh sama temenmu yang kamu bully. Semacem, cerita horror thriller ‘Halloween’, udah kebiasaan membunuh dari kecil, sampe besar pun jadi ketagihan.
Dan, kenapa bisa sampe segitunya, itu karena perlakuan temen-temennya yang terlalu sarkas, terlalu keras sampe akhirnya membunuh mental baik korban bullying ini. Selalu waspada, selalu ofensif, nggak punya temen itu lebih baik, mungkin itu menjadi hal yang selalu terpikirkan oleh korban bullying. Bahkan keputusan untuk mmbunuh diri sendiri juga sering terjadi. Mungkin kalian pikir ini adalah tindakan bodoh. Tapi bisa jadi ini adalah tindakan terbaik untuk tidak membalas dendam. Untuk menyenangkan hati si tersangka bullying, untuk dapat merasakan ketenangan, dan nggak ada lagi kata-kata atau tindakan kasar yang dilakukan si tersangka bullying ini. Kadang sulit banget buat memutuskan hal ini, kalo kode-kode ke orang terdekat tapi mereka nggak nangkep, yaudah dia mikirnya emang itu keputusan terbaiknya.

Ya, walaupun akhirnya si korban bullying ini udah melewati fase ini, bukan berarti dia punya banyak temen, walaupun udah jadi cantik dan ganteng dan keren dan pinter dan sukses dan yang hits pokoknya.  Dia masih lebih nyaman sendiri, masih ofensif, masih waspada. Ya karena dia udah membentuk karakter dengan kebiasaan survive saperti itu selama ketemu temen-temennya di sekolah selama 10 jam setiap hari.

So, belajarlah untuk saling merangkul ya. Kalo kamu bisa jadi anak baik buat orang tua kamu, harusnya kamu juga bisa jadi temen baik buat temen-temen kamu, tanpa memandang perbedaan. Jangan mempermainkan kesehatan mental temen juga, bisa jadi kamu adalah tersangka pertamanya.

Rabu, 20 November 2013

Titan untuk Saturnus #5: Inilah Jarak Terjauh

Hai Saturnus,
Kau tahu?
Titan yang kau miliki ini lebih kecil dibandingkan besarnya volum yang kau miliki.

Kadang, disaat titan berada di titik terjauh, mungkin kau sama sekali tak melihatnya.
Tapi, tapi Titan selalu melihatmu, karena kau besar.
Siapapun yang mengelilingimu, akan selalu melihatmu, walaupun kau sudah tak melihatnya.

Bahkan mungkin,
Kau sudah lupa, bahwa Titan masih mengelilingimu.


Hai Saturnus,
Titan menginginkan kau selalu melihatnya.
Tapi yang Titan khawatirkan memang nyata. Di saat Titan sedang berevolusi mengelilingimu, dan sedang berada di titik terjauh, kau sudah tak melihatnya. Yang Titan takutkan, kau telah melupakannya. Semoga saja tidak :)

Disisi lain, Titan telah berada di titik terjauh dan kadang merasa tak mau kembali untuk berada di jarak terdekat. Biarlah Saturnus selalu dekat dengan satelit yang mempunyai orbit terpendek untuk selalu mengelilingi Saturnus.

Entah sampai kapan, Titan tak begerak.
Namun, planet lain semakin dekat dengan Titan, disaat Titan harus berada di titik terjauhmu, Saturnus. Tapi, gravitasi yang ditimbulkan planet yang belum diketahui ini, belum lebih kuat daripada gravitasimu.
Titan bimbang saat itu. Garis orbit ini, telah memberikan cerita tentang bagaimana Titan mengelilingimu, Saturnus. Planet itu belum lebih kuat daripadamu.

Titan

Senin, 25 Maret 2013

Titan untuk Saturnus #4: Pada Akhirnya

Ini aneh, ini mengagetkan.

Saturnus, aku tak pernah menyangka ketika aku mulai mencoba menjauh 'to make a distance'..... Bongkahan es yang tak beratuturan bentuknya ternyata mempunyai sisi yang runcing. dan secara tiba-tiba benda itu menghujam Titan.

Saat ini,
posisi Saturnus dan Titan memang belum berada di titik terjauh, tapi wajah Saturnus dan Titan sudah tidak berhadapan lagi, tidak saling tegur sapa dan bahkan tak tersenyum satu sama lain. Entah Saturnus atau mungkin Titan sendiri yang melakukannya.
Yang aku tahu, Saturnus maupun Titan sedang tidak ingin untuk berotasi maupun berevolusi. Mereka terdiam, bahkan mungkin Saturnus telah terisolasi oleh cincinnya sendiri. Titan bahkan tidak mengetahui keadaan planet yang ia kelilingi itu.

Sekarang, bongkahan es itu telah menggantikan Titan. Berevolusi mengelilingimu. Ada kalanya harus berada di posisi terdekat denganmu, dan ada kalanya harus berada di posisi terjauh. Karena orbit selalu berbentuk elips, semoga.... bongkahan es itu mengerti tentang keadaan ini.

Semoga kau bahagia Saturnus,
Mempunyai satelit baru pengganti Titan. Ya, untung saja satelit itu adalah masa lalumu. Jadi kau bisa lebih mengerti tentang keadaan satelit baru itu.

Terima kasih untuk semuanya, Saturnus, aku akan pegi ke orbit lain dan mungkin tak mengelilingimu lagi. Aku ingin bersama teman-temanku. Dengan suasana baru, entah berpindah ke tempat yang lebih dingin, atau lebih panas.. Menyapa Merkurius yang menyala, bertemu Venus yang cantik, melihat kompaknya koloni asteroid, melihat dua planet kembar Uranus dan Neptunus, betemu dengan raksasa Jupiter, melihat kehidupan ramai di Bumi daaaaaaan Mars yang begitu menakjubkan. Alam semesta terasa damai.

Matahari telah mengetahui semuanya, masa lalu dan masa depan.

Minggu, 17 Maret 2013

Titan untuk Saturnus #3: Terima Kasih

Dear Saturnus,

Ya.
Sampai saat ini, aku belum merasakan. Merasakan titik terjauh antara kita. Kau tahu? Kadang aku berfikir bahwa...... ketika kita pernah merasakan titik terdekat, maka...... titik terjauh itu tak akan membuatku meloncat ke orbit satelit lain. Tapi mungkin saja setelah ini......., saat kita memang harus berpisah. Kau memang masih mempunyai Titan. Tapi bukanlah posisiku lagi. Titan sudah ditempatkan orang lain.

Apakah saat ini, aku masih menjadi Titanmu, Saturnus? Entahlah. Kau terlalu misterius.

Saat telah mendapatkan posisi itu, kedepannya kita juga sudah harus siap untuk melepasnya. Bukan saat ini, tapi suatu saat nanti.

Terima Kasih Saturnus :)


Sincerely,
Titan

Jumat, 15 Maret 2013

Titan untuk Saturnus #2: Bertabrakan

Dear Saturnus,

Setelah kau tau perasaanku, aku senang :)
Saturnus, apa kau tahu, kadang revolusiku untuk mengelilingimu harus dihentikan? Hanya karena...... ada sebuah bongkahan es besar, yang merasa dekat denganmu. Ya, memang benar dia dekat denganmu.

Kecepatannya lebih besar untuk bertumbukan denganku saat itu.
Tapi.....
Satu langkah aku menjauh,
Belum cukup baginya untuk menjauhkan kita.
Seperti sebuah paksaan, aku harus berada di posisi terjauh antara kita.

Titan sedang mencoba melakukannya, demi perasaannya, perasaan yang menumbukku. Demi perasaanku yang tak ingin tersakiti. Dan demi....... hei! satu hal Saturnus, aku tak pernah tau apa yang kau rasakan, entah aku yang tak terlalu ingin dekat denganmu karena aku hanya satelit, ataaaaaaau.... kau memang tertutup? karena dikelilingi oleh cincin yang indah itu? Aku tak pernah tau itu.

Ya, bongkahan es itu begitu dahsyat menumbukku, dia benar-benar tak mau Saturnus dan Titan berdekatan bahkan saling menyinggung. Kau pun tak ada tindakan kurasa. Kau hanya diam. Atau kau sedang memikirkan bagaimana cara menyingkirkan bongkahan es itu? Haha.. terlalu lama. Kau masih terlalu mengindahkannya. Seperti bintang yang mempunyai kekuatan sinar yang masih kau butuhkan.

Titan? Dia hanyalah satelit yang gelap, tak mempunyai cahaya terang, dan.... tak bisa membuatmu semakin Indah.

Kali ini aku bertanya, apakah Saturnus sudah bisa menjawab? Mengapa ini terjadi?



Sincerely,
Titan

Titan untuk Saturnus #1: Sebuah Fakta

Dear Saturnus,

Awal kita dekat, aku merasakan Saturnus-lah yang paling berbeda untukku.
Saturnus yang mempunyai cincin yang terbentuk dari berbagai komponen,
Saturnus yang begitu ringan,
Saturnus yang Indah,
Saturnus yang begitu mengagumkan.

Kau tahu Saturnus, saat itu aku begitu senang karena aku merasa begitu cepat berevolusi. Mengelilingimu sesuka hatiku, kau pun merasa senang aku kelilingi.
Makin dekat dan berada di titik terdekat, aku semakin merasa nyaman.

Tapi aku tahu, Saturnus tak terlalu membutuhkanku.
Menjadi satelit yang malang. Tapi menyenangkan... karena.... Saturnus selalu membuatku nyaman :)
Saturnus dan yang lainnya akan beranggapan sama,
Titan adalah satelit terbesar Saturnus.
Tapi Titan bukanlah yang terdekat denganmu.
Ya.
Sebuah Fakta.

Sincerely,
Titan

Rabu, 23 Januari 2013

Among 2 Boys

Hey Haaaaaaaaaaaaiii....
:)
(01/23)
Malem ini, malem kamis, jam tujuh malem lah ya kurang lebih.. Sumpah demi apa sebenernya udah ngantuk karena nungguin ujan yang nggak diem-diem (Niatnya nungguin ujan karna mau les -_-), tapi ternyata hujannya terus berjatuhan, dan akhirnya gue males buat pergi2 dengan kondisi basah.

*Prok-prok
Okeh, kita masuk ke topik ya.. nyatanya gue merasa ini terlalu berlebihan.. tapi mungkin biasa aja..

AMONG TWO BOYS
| Gusti | Leny | Naufal |
lenyindah Arworks 2012



Punya temen deket kayak mereka itu......
oke, jadi belum lama ini (Sekitar akhir November) kita makin lama makin deket, deket yang aneh, deket yang nggak disengaja.
Selama jadi panitia Yearbook untuk mewakili kelas, selama itu, aku belum pernah ngerasain ada yang tanggap (bukan perhatian, kalo perhatian hampir semua anak kelas perhatian) tentang gimana nanti konsep Yearbook yang akan kita pakai dan bagaimana nantinya? Dan tiba-tiba mereka berdua dateng dan tanya, "Gimana nih tempat untuk konfirmasi setting Yearbook?"

Akhirnya kita kebablasan..
Kita main sampe..... ya, nggak terlalu sore sih sebenernya, tapi kita sempet kayak orang freak selama 2 jam di gramedia, tes buta warna, nyari koin, nyari malaikat, baca komik sampe ngakak-ngakak, dan meninggalkan jejak di kertas tes bolpen, ya, alhasil ga ada yang beli barang di gramedia -_-

Okeh, next kita niatnya mau pulang, tapi aku sama Gusti ngerayu yang abis ulang tahun waktu itu buat traktiran.
"Kan mumpung pal, mumpung yg kamu traktir cuman dua orang, nggak terlalu bonjrot juga kan? :)"
 Ya dirumah makan sambil nonton premier Menuju Pentas Idola Cilik 2013, ternyata kita semua merasa kalo saat itu momen yang asik..


Makin lama, kedepannya kita makin deket... Mereka yang selalu ada kalo aku minta tolong buat nemenin ngurusin Yearbook. Kalo aku nggak minta tolong pun, mereka selalu ada buat nemenin. Terutama buat Gusti, beneran deh, aku nggak enak banget waktu itu minta tolong terus sama dia. (Bodo amat len dengan alesannya. Kamu suka sama dia juga)

Jadi, masih sebates temen? Menurutku, mereka lebih dari itu.

Entah apa yang bikin orang lain terlalu mengekspos pas kita lagi bareng, kalo cewek keponya gini, "Len, kamu sama Naufal jadian apa?", kalo cowok langsung nebak, "Len, kamu sama Gusti ya?".. Kedekatan kita emang terlalu detected banget. Aku juga nggak tau, apakah mereka canggung sama apa yang diomongin temen2 tentang kita?.

Ya aku si juga yakin, pasti orang lain juga ada yang cemburu kalo kita lagi ngobrol seru, jalan bareng, boncengan.

Makin lama juga kita makin tau kelebihan dan kekurangan masing-masing, mungkin mereka nggak cuman sekedar teman dekat, tapi mereka sahabat.

Jadi posisi mereka itu disini

SAHABAT
|
|
TEMAN DEKAT
|
|
TEMAN
|
|
KENALAN
|
|
TERTARIK

Ya, yang jelas entah seperti apa nantinya, kalo emang udah perjalanannya udah harus stuck, mungkin suatu saat nanti kita semua nggak bakal bilang, "SEE YOU TOMORROW", tapi mungkin "SEE YOU LATER" atau bahkan "GOODBYE" demi masa depan.. Masa depan kita masing-masing..

lenyindah pictures 2013
at Graha Widyatama, Jendral Soedirman University

Suatu saat nanti rindu pasti ada, karena kita merasakannya :)

*prok-prok
SEE YOU LATER :):):)


lenyindah