Senin, 25 Maret 2013

Titan untuk Saturnus #4: Pada Akhirnya

Ini aneh, ini mengagetkan.

Saturnus, aku tak pernah menyangka ketika aku mulai mencoba menjauh 'to make a distance'..... Bongkahan es yang tak beratuturan bentuknya ternyata mempunyai sisi yang runcing. dan secara tiba-tiba benda itu menghujam Titan.

Saat ini,
posisi Saturnus dan Titan memang belum berada di titik terjauh, tapi wajah Saturnus dan Titan sudah tidak berhadapan lagi, tidak saling tegur sapa dan bahkan tak tersenyum satu sama lain. Entah Saturnus atau mungkin Titan sendiri yang melakukannya.
Yang aku tahu, Saturnus maupun Titan sedang tidak ingin untuk berotasi maupun berevolusi. Mereka terdiam, bahkan mungkin Saturnus telah terisolasi oleh cincinnya sendiri. Titan bahkan tidak mengetahui keadaan planet yang ia kelilingi itu.

Sekarang, bongkahan es itu telah menggantikan Titan. Berevolusi mengelilingimu. Ada kalanya harus berada di posisi terdekat denganmu, dan ada kalanya harus berada di posisi terjauh. Karena orbit selalu berbentuk elips, semoga.... bongkahan es itu mengerti tentang keadaan ini.

Semoga kau bahagia Saturnus,
Mempunyai satelit baru pengganti Titan. Ya, untung saja satelit itu adalah masa lalumu. Jadi kau bisa lebih mengerti tentang keadaan satelit baru itu.

Terima kasih untuk semuanya, Saturnus, aku akan pegi ke orbit lain dan mungkin tak mengelilingimu lagi. Aku ingin bersama teman-temanku. Dengan suasana baru, entah berpindah ke tempat yang lebih dingin, atau lebih panas.. Menyapa Merkurius yang menyala, bertemu Venus yang cantik, melihat kompaknya koloni asteroid, melihat dua planet kembar Uranus dan Neptunus, betemu dengan raksasa Jupiter, melihat kehidupan ramai di Bumi daaaaaaan Mars yang begitu menakjubkan. Alam semesta terasa damai.

Matahari telah mengetahui semuanya, masa lalu dan masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar