Senin, 24 Juli 2017

FASE #1: KEKERASAN EMOSIONAL



Akhir-akhir ini lagi banyak banget ya, berita tentang bullying. Emang sih beberapa waktu yang lalu, ada mahasiswa yang masih kena bullying di universitasnya, masalahnya yang di bully itu sampai meninggal. So, ini adalah masalah yang memang serius untuk ditelaah terkait kesehatan mental.

Berbicara tentang kesehatan mental, udah sepatutnya diperhatikan sejak dini ya. Di pikir-pikir walaupun anak-anak itu masih polos, bukan berarti kita meremehkan apa yang di lakukan anak-anak. Justru karena anak-anak yang masih pada polos ini mereka masih sangat rentan dan kita harus bener-bener ngasih edukasi sebaik-baiknya.

Pernah nggak sih kalian melakukan kesalahan, terus orang tua sampe mukul, nampar dan apapun itu, di saat usia kalian masih anak-anak? Dan ya, menurut orang tua, itu bakal mengajarkan kalian tentang kedisiplinan, biar kalian bisa menentukan mana yang memang baik dan mana yang harus dihindari. Tapi apa orang tua pernah berfikir tentang kesehatan mental yang dirasakan sama anaknya? Anak semakin tertutup. Mau curhat sama orang tua jadi takut. Penyendiri. Nggak mau bergaul karena takut salah gaul. Jadi serba terkekang karena sikap keras orang tua yang dianggap baik.

Di sisi lain, ada anak yang sama sekali dibiarin sama orang tuanya. Nggak pernah nanya kabar sekolahnya gimana, nggak pernah nanya temen-temennya gimana, nggak pernah nanya apapun tentang personal problem si anak. Yang orang tua tau, ya si anak baik-baik aja, yang penting udah makan tiga kali sehari. Nggak keliatan lemes badannya, anaknya sehat kok. Padahal, kesehatan itu nggak cuma jasmani ya. Orang tua nggak tau aja kesehatan mentalnya kayak gimana. Jadi lebih sering main, yang penting bersenang-senang sama temen-temen.

Usia sekolah jadi usia yang paling rentan dalam pergaulan. Orang tua udah sepatutnya memperhatikan pergaulan si anak. Karena mulai sekolah, anak dikenalin sama lingkungan yang bener-bener beragam. Tapi dengan cara yang tepat juga, orang tua bisa tau keadaan mental anaknya.

Udah banyak banget kejadian bullying dimana orang tua pada akhirnya menuntut pihak sekolah karena nggak becus mengawasi murid-muridnya. Tapi perlu disadari juga sebenernya orang tua juga punya andil disaat anak mereka kena bullying di sekolah. Jangan terlalu acuh terhadap kondisi mental anak, tapi juga nggak usah pake kekerasan yang akhirnya mengubah mental anak yang harusnya seneng, jadi keliatan sedih terus karena banyaknya paksaan yang nggak sesuai sama keinginan anaknya.

Dan perlu dipahami juga, di saat anak-anak ketemu sama lingkungan baru, orang tua adalah rumahnya. Apapun masalah anak, anak bakal kembali ke orang tuanya. So selalu terbukalah ketika anak pengen pulang supaya bisa dapet perasaan yang lebih nyaman. Dan bersikaplah bijak tanpaberfikir orang lainakan memandang keluarga seperti apa. Semua langkah yang akan dijalani si anak adalah apa yang dia inginkan, bukan yang orang tua inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar