Akhir-akhir ini lagi banyak banget ya, berita tentang
bullying. Emang sih beberapa waktu yang lalu, ada mahasiswa yang masih kena
bullying di universitasnya, masalahnya yang di bully itu sampai meninggal. So,
ini adalah masalah yang memang serius untuk ditelaah terkait kesehatan mental.
Berbicara tentang kesehatan mental, udah sepatutnya
diperhatikan sejak dini ya. Di pikir-pikir walaupun anak-anak itu masih polos,
bukan berarti kita meremehkan apa yang di lakukan anak-anak. Justru karena
anak-anak yang masih pada polos ini mereka masih sangat rentan dan kita harus
bener-bener ngasih edukasi sebaik-baiknya.
Pernah nggak sih kalian melakukan kesalahan, terus orang tua
sampe mukul, nampar dan apapun itu, di saat usia kalian masih anak-anak? Dan
ya, menurut orang tua, itu bakal mengajarkan kalian tentang kedisiplinan, biar
kalian bisa menentukan mana yang memang baik dan mana yang harus dihindari.
Tapi apa orang tua pernah berfikir tentang kesehatan mental yang dirasakan sama
anaknya? Anak semakin tertutup. Mau curhat sama orang tua jadi takut.
Penyendiri. Nggak mau bergaul karena takut salah gaul. Jadi serba terkekang
karena sikap keras orang tua yang dianggap baik.
Di sisi lain, ada anak yang sama sekali dibiarin sama orang
tuanya. Nggak pernah nanya kabar sekolahnya gimana, nggak pernah nanya
temen-temennya gimana, nggak pernah nanya apapun tentang personal problem si
anak. Yang orang tua tau, ya si anak baik-baik aja, yang penting udah makan
tiga kali sehari. Nggak keliatan lemes badannya, anaknya sehat kok. Padahal,
kesehatan itu nggak cuma jasmani ya. Orang tua nggak tau aja kesehatan
mentalnya kayak gimana. Jadi lebih sering main, yang penting bersenang-senang
sama temen-temen.
Usia sekolah jadi usia yang paling rentan dalam pergaulan.
Orang tua udah sepatutnya memperhatikan pergaulan si anak. Karena mulai
sekolah, anak dikenalin sama lingkungan yang bener-bener beragam. Tapi dengan
cara yang tepat juga, orang tua bisa tau keadaan mental anaknya.
Udah banyak banget kejadian bullying dimana orang tua pada
akhirnya menuntut pihak sekolah karena nggak becus mengawasi murid-muridnya.
Tapi perlu disadari juga sebenernya orang tua juga punya andil disaat anak
mereka kena bullying di sekolah. Jangan terlalu acuh terhadap kondisi mental
anak, tapi juga nggak usah pake kekerasan yang akhirnya mengubah mental anak
yang harusnya seneng, jadi keliatan sedih terus karena banyaknya paksaan yang
nggak sesuai sama keinginan anaknya.
Dan perlu dipahami juga, di saat anak-anak ketemu sama lingkungan
baru, orang tua adalah rumahnya. Apapun masalah anak, anak bakal kembali ke
orang tuanya. So selalu terbukalah ketika anak pengen pulang supaya bisa dapet
perasaan yang lebih nyaman. Dan bersikaplah bijak tanpaberfikir orang lainakan
memandang keluarga seperti apa. Semua langkah yang akan dijalani si anak adalah
apa yang dia inginkan, bukan yang orang tua inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar