Dear Saturnus,
Ya.
Sampai saat ini, aku belum merasakan. Merasakan titik terjauh antara kita. Kau tahu? Kadang aku berfikir bahwa...... ketika kita pernah merasakan titik terdekat, maka...... titik terjauh itu tak akan membuatku meloncat ke orbit satelit lain. Tapi mungkin saja setelah ini......., saat kita memang harus berpisah. Kau memang masih mempunyai Titan. Tapi bukanlah posisiku lagi. Titan sudah ditempatkan orang lain.
Apakah saat ini, aku masih menjadi Titanmu, Saturnus? Entahlah. Kau terlalu misterius.
Saat telah mendapatkan posisi itu, kedepannya kita juga sudah harus siap untuk melepasnya. Bukan saat ini, tapi suatu saat nanti.
Terima Kasih Saturnus :)
Sincerely,
Titan
Minggu, 17 Maret 2013
Jumat, 15 Maret 2013
Titan untuk Saturnus #2: Bertabrakan
Dear Saturnus,
Setelah kau tau perasaanku, aku senang :)
Saturnus, apa kau tahu, kadang revolusiku untuk mengelilingimu harus dihentikan? Hanya karena...... ada sebuah bongkahan es besar, yang merasa dekat denganmu. Ya, memang benar dia dekat denganmu.
Kecepatannya lebih besar untuk bertumbukan denganku saat itu.
Tapi.....
Satu langkah aku menjauh,
Belum cukup baginya untuk menjauhkan kita.
Seperti sebuah paksaan, aku harus berada di posisi terjauh antara kita.
Titan sedang mencoba melakukannya, demi perasaannya, perasaan yang menumbukku. Demi perasaanku yang tak ingin tersakiti. Dan demi....... hei! satu hal Saturnus, aku tak pernah tau apa yang kau rasakan, entah aku yang tak terlalu ingin dekat denganmu karena aku hanya satelit, ataaaaaaau.... kau memang tertutup? karena dikelilingi oleh cincin yang indah itu? Aku tak pernah tau itu.
Ya, bongkahan es itu begitu dahsyat menumbukku, dia benar-benar tak mau Saturnus dan Titan berdekatan bahkan saling menyinggung. Kau pun tak ada tindakan kurasa. Kau hanya diam. Atau kau sedang memikirkan bagaimana cara menyingkirkan bongkahan es itu? Haha.. terlalu lama. Kau masih terlalu mengindahkannya. Seperti bintang yang mempunyai kekuatan sinar yang masih kau butuhkan.
Titan? Dia hanyalah satelit yang gelap, tak mempunyai cahaya terang, dan.... tak bisa membuatmu semakin Indah.
Kali ini aku bertanya, apakah Saturnus sudah bisa menjawab? Mengapa ini terjadi?
Sincerely,
Titan
Setelah kau tau perasaanku, aku senang :)
Saturnus, apa kau tahu, kadang revolusiku untuk mengelilingimu harus dihentikan? Hanya karena...... ada sebuah bongkahan es besar, yang merasa dekat denganmu. Ya, memang benar dia dekat denganmu.
Kecepatannya lebih besar untuk bertumbukan denganku saat itu.
Tapi.....
Satu langkah aku menjauh,
Belum cukup baginya untuk menjauhkan kita.
Seperti sebuah paksaan, aku harus berada di posisi terjauh antara kita.
Titan sedang mencoba melakukannya, demi perasaannya, perasaan yang menumbukku. Demi perasaanku yang tak ingin tersakiti. Dan demi....... hei! satu hal Saturnus, aku tak pernah tau apa yang kau rasakan, entah aku yang tak terlalu ingin dekat denganmu karena aku hanya satelit, ataaaaaaau.... kau memang tertutup? karena dikelilingi oleh cincin yang indah itu? Aku tak pernah tau itu.
Ya, bongkahan es itu begitu dahsyat menumbukku, dia benar-benar tak mau Saturnus dan Titan berdekatan bahkan saling menyinggung. Kau pun tak ada tindakan kurasa. Kau hanya diam. Atau kau sedang memikirkan bagaimana cara menyingkirkan bongkahan es itu? Haha.. terlalu lama. Kau masih terlalu mengindahkannya. Seperti bintang yang mempunyai kekuatan sinar yang masih kau butuhkan.
Titan? Dia hanyalah satelit yang gelap, tak mempunyai cahaya terang, dan.... tak bisa membuatmu semakin Indah.
Kali ini aku bertanya, apakah Saturnus sudah bisa menjawab? Mengapa ini terjadi?
Sincerely,
Titan
Titan untuk Saturnus #1: Sebuah Fakta
Dear Saturnus,
Awal kita dekat, aku merasakan Saturnus-lah yang paling berbeda untukku.
Saturnus yang mempunyai cincin yang terbentuk dari berbagai komponen,
Saturnus yang begitu ringan,
Saturnus yang Indah,
Saturnus yang begitu mengagumkan.
Kau tahu Saturnus, saat itu aku begitu senang karena aku merasa begitu cepat berevolusi. Mengelilingimu sesuka hatiku, kau pun merasa senang aku kelilingi.
Makin dekat dan berada di titik terdekat, aku semakin merasa nyaman.
Tapi aku tahu, Saturnus tak terlalu membutuhkanku.
Menjadi satelit yang malang. Tapi menyenangkan... karena.... Saturnus selalu membuatku nyaman :)
Saturnus dan yang lainnya akan beranggapan sama,
Titan adalah satelit terbesar Saturnus.
Tapi Titan bukanlah yang terdekat denganmu.
Ya.
Sebuah Fakta.
Sincerely,
Titan
Awal kita dekat, aku merasakan Saturnus-lah yang paling berbeda untukku.
Saturnus yang mempunyai cincin yang terbentuk dari berbagai komponen,
Saturnus yang begitu ringan,
Saturnus yang Indah,
Saturnus yang begitu mengagumkan.
Kau tahu Saturnus, saat itu aku begitu senang karena aku merasa begitu cepat berevolusi. Mengelilingimu sesuka hatiku, kau pun merasa senang aku kelilingi.
Makin dekat dan berada di titik terdekat, aku semakin merasa nyaman.
Tapi aku tahu, Saturnus tak terlalu membutuhkanku.
Menjadi satelit yang malang. Tapi menyenangkan... karena.... Saturnus selalu membuatku nyaman :)
Saturnus dan yang lainnya akan beranggapan sama,
Titan adalah satelit terbesar Saturnus.
Tapi Titan bukanlah yang terdekat denganmu.
Ya.
Sebuah Fakta.
Sincerely,
Titan
Rabu, 23 Januari 2013
Among 2 Boys
Hey Haaaaaaaaaaaaiii....
:)
(01/23)
Malem ini, malem kamis, jam tujuh malem lah ya kurang lebih.. Sumpah demi apa sebenernya udah ngantuk karena nungguin ujan yang nggak diem-diem (Niatnya nungguin ujan karna mau les -_-), tapi ternyata hujannya terus berjatuhan, dan akhirnya gue males buat pergi2 dengan kondisi basah.
*Prok-prok
Okeh, kita masuk ke topik ya.. nyatanya gue merasa ini terlalu berlebihan.. tapi mungkin biasa aja..
AMONG TWO BOYS
Punya temen deket kayak mereka itu......
oke, jadi belum lama ini (Sekitar akhir November) kita makin lama makin deket, deket yang aneh, deket yang nggak disengaja.
Selama jadi panitia Yearbook untuk mewakili kelas, selama itu, aku belum pernah ngerasain ada yang tanggap (bukan perhatian, kalo perhatian hampir semua anak kelas perhatian) tentang gimana nanti konsep Yearbook yang akan kita pakai dan bagaimana nantinya? Dan tiba-tiba mereka berdua dateng dan tanya, "Gimana nih tempat untuk konfirmasi setting Yearbook?"
Akhirnya kita kebablasan..
Kita main sampe..... ya, nggak terlalu sore sih sebenernya, tapi kita sempet kayak orang freak selama 2 jam di gramedia, tes buta warna, nyari koin, nyari malaikat, baca komik sampe ngakak-ngakak, dan meninggalkan jejak di kertas tes bolpen, ya, alhasil ga ada yang beli barang di gramedia -_-
Okeh, next kita niatnya mau pulang, tapi aku sama Gusti ngerayu yang abis ulang tahun waktu itu buat traktiran.
"Kan mumpung pal, mumpung yg kamu traktir cuman dua orang, nggak terlalu bonjrot juga kan? :)"
Ya dirumah makan sambil nonton premier Menuju Pentas Idola Cilik 2013, ternyata kita semua merasa kalo saat itu momen yang asik..
Makin lama, kedepannya kita makin deket... Mereka yang selalu ada kalo aku minta tolong buat nemenin ngurusin Yearbook. Kalo aku nggak minta tolong pun, mereka selalu ada buat nemenin. Terutama buat Gusti, beneran deh, aku nggak enak banget waktu itu minta tolong terus sama dia. (Bodo amat len dengan alesannya. Kamu suka sama dia juga)
Jadi, masih sebates temen? Menurutku, mereka lebih dari itu.
Entah apa yang bikin orang lain terlalu mengekspos pas kita lagi bareng, kalo cewek keponya gini, "Len, kamu sama Naufal jadian apa?", kalo cowok langsung nebak, "Len, kamu sama Gusti ya?".. Kedekatan kita emang terlalu detected banget. Aku juga nggak tau, apakah mereka canggung sama apa yang diomongin temen2 tentang kita?.
Ya aku si juga yakin, pasti orang lain juga ada yang cemburu kalo kita lagi ngobrol seru, jalan bareng, boncengan.
Makin lama juga kita makin tau kelebihan dan kekurangan masing-masing, mungkin mereka nggak cuman sekedar teman dekat, tapi mereka sahabat.
Jadi posisi mereka itu disini
:)
(01/23)
Malem ini, malem kamis, jam tujuh malem lah ya kurang lebih.. Sumpah demi apa sebenernya udah ngantuk karena nungguin ujan yang nggak diem-diem (Niatnya nungguin ujan karna mau les -_-), tapi ternyata hujannya terus berjatuhan, dan akhirnya gue males buat pergi2 dengan kondisi basah.
*Prok-prok
Okeh, kita masuk ke topik ya.. nyatanya gue merasa ini terlalu berlebihan.. tapi mungkin biasa aja..
AMONG TWO BOYS
![]() | ||
| | Gusti | Leny | Naufal | lenyindah Arworks 2012 |
oke, jadi belum lama ini (Sekitar akhir November) kita makin lama makin deket, deket yang aneh, deket yang nggak disengaja.
Selama jadi panitia Yearbook untuk mewakili kelas, selama itu, aku belum pernah ngerasain ada yang tanggap (bukan perhatian, kalo perhatian hampir semua anak kelas perhatian) tentang gimana nanti konsep Yearbook yang akan kita pakai dan bagaimana nantinya? Dan tiba-tiba mereka berdua dateng dan tanya, "Gimana nih tempat untuk konfirmasi setting Yearbook?"
Akhirnya kita kebablasan..
Kita main sampe..... ya, nggak terlalu sore sih sebenernya, tapi kita sempet kayak orang freak selama 2 jam di gramedia, tes buta warna, nyari koin, nyari malaikat, baca komik sampe ngakak-ngakak, dan meninggalkan jejak di kertas tes bolpen, ya, alhasil ga ada yang beli barang di gramedia -_-
Okeh, next kita niatnya mau pulang, tapi aku sama Gusti ngerayu yang abis ulang tahun waktu itu buat traktiran.
"Kan mumpung pal, mumpung yg kamu traktir cuman dua orang, nggak terlalu bonjrot juga kan? :)"
Ya dirumah makan sambil nonton premier Menuju Pentas Idola Cilik 2013, ternyata kita semua merasa kalo saat itu momen yang asik..
Makin lama, kedepannya kita makin deket... Mereka yang selalu ada kalo aku minta tolong buat nemenin ngurusin Yearbook. Kalo aku nggak minta tolong pun, mereka selalu ada buat nemenin. Terutama buat Gusti, beneran deh, aku nggak enak banget waktu itu minta tolong terus sama dia. (Bodo amat len dengan alesannya. Kamu suka sama dia juga)
Jadi, masih sebates temen? Menurutku, mereka lebih dari itu.
Entah apa yang bikin orang lain terlalu mengekspos pas kita lagi bareng, kalo cewek keponya gini, "Len, kamu sama Naufal jadian apa?", kalo cowok langsung nebak, "Len, kamu sama Gusti ya?".. Kedekatan kita emang terlalu detected banget. Aku juga nggak tau, apakah mereka canggung sama apa yang diomongin temen2 tentang kita?.
Ya aku si juga yakin, pasti orang lain juga ada yang cemburu kalo kita lagi ngobrol seru, jalan bareng, boncengan.
Makin lama juga kita makin tau kelebihan dan kekurangan masing-masing, mungkin mereka nggak cuman sekedar teman dekat, tapi mereka sahabat.
Jadi posisi mereka itu disini
SAHABAT
|
|
TEMAN DEKAT
|
|
TEMAN
|
|
KENALAN
|
|
TERTARIK
Ya, yang jelas entah seperti apa nantinya, kalo emang udah perjalanannya udah harus stuck, mungkin suatu saat nanti kita semua nggak bakal bilang, "SEE YOU TOMORROW", tapi mungkin "SEE YOU LATER" atau bahkan "GOODBYE" demi masa depan.. Masa depan kita masing-masing..
![]() |
| lenyindah pictures 2013 at Graha Widyatama, Jendral Soedirman University |
Suatu saat nanti rindu pasti ada, karena kita merasakannya :)
*prok-prok
SEE YOU LATER :):):)
lenyindah
Sabtu, 08 Desember 2012
Males Jadi Murid
Sudah terlalu bosan dengan kata-kata,
"Yaaaah, nilai-nilai ulanganku jeleeeeek. Duh gimana nih?"
Tapi yang paling ditunggu adalah duduk diam sambil memperhatikan nilai ulangan sendiri yang rasanya memang tidak tinggi, tapi bangga karena belajarnya tidak sia-sia.
Kenapa ya, mereka terlalu speaking up kalau mereka punya nilai jelek adalah suatu hal yang urgent.
Nilai memang sebuah hasil, tapi buat aku, nilai itu cuman sebates hiasan tentang usaha yang udah kita lakuin. Hasil pasti dan hasil yang bisa kita rasain adalah hasil dari apa yang kita lakuin pada diri kita sendiri. Kalo nilai kamu pas, dan kamu udah ngerjain semaksimal mungkin, INTROSPEKSILAH tapi jangan NGELUH. Ya mau gimana lagi, kemampuan kamu cuman sampe situ.
Tanya tentang sekolah, sebenernya aku udah MALES SEKOLAH sejak aku masuk ke kelas 11.
Bener kata temen ku, "Lagian cari ilmu kalo kepaksa juga ujung-ujungnya nggak maksimal kalo belajarnya nggak ikhlas". Nah, itu yang bikin aku MALES BELAJAR DI SEKOLAH. Selama pelajaran, aku lebih sering ngelamun, kalopun gurunya menerangkan, yaaaa apa? aku nggak interest sama sekali sama apa yang diterangkan.
Sekarang, aku udah kelas 12.
"Sebentar lagi ujian, belajar yang benar" - Ibu
Apa yang aku lakuin? nggak pernah nyatet ketika guru menerangkan, bahkan lebih sering tidur disaat pelajaran. Buku nggak pernah di tata rapi. Belajar? kalo mau ulangan. Nerjain tugas? nyontek temen.
YES!!
Ya Tuhaaaan, berasa banget di SMA kayak ngorbanin hidup demi 13 mapel yang nantinya juga paling cuman 1/2 pelajaran yang dipake buat pedoman hidup.
Apa? tanpa kamu belajar cara generator bergerak, kamu masih tetep bisa hidup kan? tanpa kamu belajar sintesis protein, kamu masih bisa cari duit kan? ya dan aku yakin kalopun kamu belajar reaksi unsur, kamu ngga bakal jadi tukang jualan kembang api.
Emang ya, kadang nggak enak, biasanya orang udah niat untuk menghadapi tantangan, tantangannya terasa ringan. Giliran lagi ogah nyapa sama tantangan, malah ditantang.
Emang sih males jadi murid, tapi rasanya aku tetep ada tanggung jawab untuk diri gue sendiri tentang baiknya aku menuntut ilmu.
"Yaaaah, nilai-nilai ulanganku jeleeeeek. Duh gimana nih?"
Tapi yang paling ditunggu adalah duduk diam sambil memperhatikan nilai ulangan sendiri yang rasanya memang tidak tinggi, tapi bangga karena belajarnya tidak sia-sia.
Kenapa ya, mereka terlalu speaking up kalau mereka punya nilai jelek adalah suatu hal yang urgent.
Nilai memang sebuah hasil, tapi buat aku, nilai itu cuman sebates hiasan tentang usaha yang udah kita lakuin. Hasil pasti dan hasil yang bisa kita rasain adalah hasil dari apa yang kita lakuin pada diri kita sendiri. Kalo nilai kamu pas, dan kamu udah ngerjain semaksimal mungkin, INTROSPEKSILAH tapi jangan NGELUH. Ya mau gimana lagi, kemampuan kamu cuman sampe situ.
Tanya tentang sekolah, sebenernya aku udah MALES SEKOLAH sejak aku masuk ke kelas 11.
Bener kata temen ku, "Lagian cari ilmu kalo kepaksa juga ujung-ujungnya nggak maksimal kalo belajarnya nggak ikhlas". Nah, itu yang bikin aku MALES BELAJAR DI SEKOLAH. Selama pelajaran, aku lebih sering ngelamun, kalopun gurunya menerangkan, yaaaa apa? aku nggak interest sama sekali sama apa yang diterangkan.
Sekarang, aku udah kelas 12.
"Sebentar lagi ujian, belajar yang benar" - Ibu
Apa yang aku lakuin? nggak pernah nyatet ketika guru menerangkan, bahkan lebih sering tidur disaat pelajaran. Buku nggak pernah di tata rapi. Belajar? kalo mau ulangan. Nerjain tugas? nyontek temen.
YES!!
Ya Tuhaaaan, berasa banget di SMA kayak ngorbanin hidup demi 13 mapel yang nantinya juga paling cuman 1/2 pelajaran yang dipake buat pedoman hidup.
Apa? tanpa kamu belajar cara generator bergerak, kamu masih tetep bisa hidup kan? tanpa kamu belajar sintesis protein, kamu masih bisa cari duit kan? ya dan aku yakin kalopun kamu belajar reaksi unsur, kamu ngga bakal jadi tukang jualan kembang api.
Emang ya, kadang nggak enak, biasanya orang udah niat untuk menghadapi tantangan, tantangannya terasa ringan. Giliran lagi ogah nyapa sama tantangan, malah ditantang.
Emang sih males jadi murid, tapi rasanya aku tetep ada tanggung jawab untuk diri gue sendiri tentang baiknya aku menuntut ilmu.
Langganan:
Komentar (Atom)


