Baru-baru ini kota kelahiran aku (Purwokerto), yang
digadang-gadang beberapa tahun ke depan bakal jadi kota yang, yaaaaa bisa
dibilang metropolitan lah, baru aja kedatangan tamu sebuah inovasi yang cukup
keren dan meringankan manusia (tapi bisa jadi manusia lain rugi) yaitu Ojek Online
yang terkenal helmnya ijo kekinian itu.
Banyak sekali netizen maupun masyarakat Purwokerto yang
welcome dengan datangnya Ojek Online ini. Tapi di sisi lain, Pemerintah tidak
mengizinkan Go-Jek beroperasi. Lha, kok bisa? Berita terbaru bahkan ada yang
sampe bikin petisi buat Pemerintah untuk mendukung Ojek Online ini beroprasi.
Biasa laaaaah, habis itu pasti ada yang pro kontra.
Oke, disini aku mau
ngajak kalian buat jadi netizen yang bijak buat menanggapi hal tersebut. Coba
sebelum kalian membuat sebuah Judgement, lihatlah permasalahan ini dari semua
sisi tapi jangan kejauhan ya, nanti jaraknya nggak terjangkau ojek online loh.
Disini aku mau ngerangkum komentar-komentar netizen yang lumayan berbobot
(maybe) yang sudah beruara mendukung adanya Ojek Online.
Komentar netizen:
1. Ngapain coba di larang beroprasi, kayak gini terus kapan kota
kita mau maju.
Tanggapanku:
Siapapun yang menganggap sebuah kota atau negara maju karena
‘mendapatkan’ layanan’ dari ‘tamu’,… kita pikirin bareng-bareng yuk.
Anggep aja kalian lagi ngerjain skripsi. Mahasiswa adalah
masyarakatnya, dosen maupun kampus adalah pemerintahnya. Kayaknya semua orang
yang ngerjain skripsi pasti pernah revisi ya, bahkan nggak di accept sama
dosen, abis itu ngulang. Terus? Macem-macem, ada yang abis itu males ngerjain
karena nggak tau harus gimana lagi, ada yang terus nyari jalan lain, biar cepet
di acc dosen. Toh, pada akhirnya kalian bisa di acc dosen, bisa lulus, karena
kalian sendiri kan? Dosen cuma mengarahkan dan pastinya untuk skripsimu yang
lebih baik. Yang ngulur waktu siapa? Kamu sendiri lah. Yang nggak mau maju
siapa? Kamu sendiri lah.
Sama kayak gimana ngebuat kota kita maju. Pemerintah cuma
sebagai fasilitator dan ketika pemerintah nggak ngasih fasilitas Ojek Online,
terus? Kota kita jadi nggak mau maju gitu? Cobaaaaa, kalian bisa nggaaaak buat
sesuatu yang bikin kota kalian majuuuu? Macem kalian bikin skripsi, hayo
cobaaaaak. Bisa nggaaaak?
Menurutku, sebuah kawasan bisa maju karena masyarakatnya itu
sendiri. Fasilitas pelayanan bakal ada karena masyarakatnya yang bisa bijak
untuk menentukan arah, gimana kota kalian bakal dikemas. Kalo masyarakatnya
udah punya konsep yang hakiki, sampaikanlah ke pemerintah semacam kalian
konsultasi ke dosen. Lha, ini malah ngejudge pemerintah nggak pengen kotanya
maju.
Coba deh, kurangi pemikiran negatif tentang kota kalian,
kalian mungkin harus lebih banyak bertanya-tanya tentang sebuah kota secara
esensial sebelum masuk ke pemikiran sebuah kota secara komersial. Selain itu,
belajar juga tentang kota-kota lain supaya kita bisa tau, baiknya kota kita mau
dikemas kayak gimana.
Kalo di Purwokerto ada Ojek Online, emang biar apa? Biar
kendaraan kalian bisa nganggur di rumah? Hah? Biar nggak macet? Lha, sama aja
kali. Malah makin banyak polusi. Mending jalan kaki kayak orang-orang yang mau
maju di negara maju. Kota Purwokerto kan kecil. Biar kalo lagi pengen makan
tapi mager bisa minta delivery Ojek Online ya? Makan-makanan luar mulu, kapan
masaknya? Calon suami juga cepet bosen kali sama cewek yang suka beli delivery.
Yaaaa, menurutku orang yang komentar di poin 1 itu, orang
yang menganggap semakin terlayani, semakin kota itu maju, semakin malas lah
kita. Menurutku dia baru berfikir secara komersial tapi belum mikir secara
esensial. Ya nggak apa-apa lah ya, biarkan saja. Toh cuma komen, bukan demo.
Hehehe… tetep stay positif aja kalo mau jadi netizen tuh, kan lumayan dapet
pahala. Jaman sekarang jarang soalnya, ada netizen yang berfikir positif.
Sekian dulu yaaa,
Bakal ada part 2, tungguin aja.
Leny
NB: Ini blog udah lama nggak diisi tulisan, jadi kalo ada
konten yang sedikit disturbing, mohon maaf ya. Aku saranin sih, nggak usah
buka-buka sampe dalem, biar nggak nyesel.
